IMPLEMENTASI PROGRAM RUMOH GIZI GAMPONG (RGG) DALAM PENURUNAN DAN PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KOPELMA DARUSSALAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IMPLEMENTASI PROGRAM RUMOH GIZI GAMPONG (RGG) DALAM PENURUNAN DAN PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KOPELMA DARUSSALAM


Pengarang

FATHANIA DEVIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nofriadi - 198911032017011101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1810104010083

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini mengkaji implementasi Program Rumoh Gizi Gampong (RGG) dalam penurunan dan pencegahan stunting di Desa Kopelma Darussalam. Stunting merupakan masalah kesehatan serius yang memengaruhi pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas implementasi program RGG, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi. Teori yang digunakan adalah teori implementasi kebijakan publik oleh Van Meter dan Van Horn, yang menekankan enam faktor utama: standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, komunikasi antar organisasi, sikap para pelaksana, dan kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program RGG berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi melalui edukasi, pemantauan tumbuh kembang anak, dan pemberian makanan tambahan. Program ini juga berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi rendahnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan sumber daya, seperti dana dan fasilitas. Kondisi stunting di Desa Kopelma Darussalam juga dipengaruhi oleh pola asuh orang tua yang kurang memadai dalam memberikan nutrisi dan perhatian kepada anak. Masyarakat dengan pendapatan rendah mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan gizi, yang berdampak pada efektivitas program. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah desa untuk meningkatkan alokasi sumber daya guna mendukung kegiatan edukasi gizi. Selain itu, pendekatan persuasif kepada masyarakat yang kurang peduli terhadap gizi anak perlu ditingkatkan dengan mengintegrasikan program RGG ke dalam kegiatan sosial budaya desa. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program dan mengoptimalkan kesadaran mereka tentang pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting.

Kata Kunci: Stunting, Rumoh Gizi Gampong (RGG), Implementasi, Edukasi Gizi, Kesehatan Anak

This study examines the implementation of the Gampong Nutrition House (RGG) Program in reducing and preventing stunting in Kopelma Darussalam Village. Stunting is a serious health issue that affects children's physical and cognitive development. The aim of this research is to analyze the effectiveness of the RGG program implementation and identify supporting and hindering factors in its execution. The methodology used in this study is a qualitative approach involving in-depth interviews and observations. The theory applied is the public policy implementation theory by Van Meter and Van Horn, which emphasizes six main factors: policy standards and objectives, resources, characteristics of implementing agents, inter-organizational communication, attitudes of implementers, and social, economic, and political conditions. The findings indicate that the RGG program has successfully raised community awareness about the importance of nutrition through education, monitoring child development, and providing supplementary food. The program has also significantly reduced stunting rates in recent years. However, challenges include low community participation and limited resources, such as funding and facilities. The condition of stunting in Kopelma Darussalam is also influenced by inadequate parenting practices that fail to provide proper nutrition and attention to children. Families with low incomes struggle to meet their nutritional needs, which impacts the program's effectiveness. Therefore, it is essential for the village government to increase resource allocation to support nutrition education activities. Additionally, a persuasive approach to engage communities that are less aware of the importance of child nutrition should be enhanced by integrating the RGG program into local social and cultural activities. This is expected to improve community participation in the program and optimize their awareness of the importance of balanced nutrition to prevent stunting. Keywords: Stunting, Gampong Nutrition House (RGG), Implementation, Nutrition Education, Child Health

Citation



    SERVICES DESK