<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166851">
 <titleInfo>
  <title>DUNIA VIRTUAL DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI:</title>
  <subTitle>KAJIAN TERHADAP PENGALAMAN ROLEPLAY PEMAIN DI GAME GTA V</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. FITRA ADRIANSYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pengalaman bermain Roleplay dalam game Grand Theft Auto V (GTA V) berperan dalam pembentukan identitas diri pemain di dunia nyata. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dan teori Simulakra Jean Baudrillard, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana dunia virtual dapat menciptakan realitas baru yang mempengaruhi persepsi dan perilaku pemain terhadap dirinya sendiri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang merupakan pemain aktif GTA V Roleplay di Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemain membangun identitas virtual melalui karakter yang mereka mainkan, baik yang serupa maupun berbeda dari identitas asli mereka. Pemain menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dalam kehidupan sosial, menjadi lebih terbuka dalam berkomunikasi, dan lebih berani mengambil peran kepemimpinan yang terinspirasi dari karakter yang mereka mainkan di dalam game. Ada juga yang mengalami keterikatan emosional terhadap karakter mereka sehingga kesulitan memisahkan diri dari peran virtual, yang berdampak pada cara mereka membangun hubungan sosial dan menjalani aktivitas sehari-hari.  Dunia virtual GTA V Roleplay memungkinkan terbentuknya simulasi kehidupan yang menyerupai kenyataan, di mana pemain menjalani profesi, membangun hubungan sosial, bahkan merasakan emosi secara nyata dalam alur cerita yang mereka kreasikan. Simulasi ini menciptakan kondisi hiperrealitas, di mana batas antara kenyataan dan fiksi menjadi kabur. Identitas yang terbentuk dalam game tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai cerminan aspirasi, refleksi diri, dan alat pengembangan pribadi. Penelitian ini menegaskan bahwa dunia maya bukan lagi sekedar ruang bermain, tetapi juga ruang sosial yang mampu mempengaruhi pembentukan identitas diri individu secara nyata.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166851</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 19:53:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 09:31:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>