<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166687">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KONTAMINASI LOGAM BERAT PADA KERANG CHUE (FAUNUS ATER) DARI PERAIRAN ESTUARIA PANTAI BARAT SELATAN PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mahfud</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pantai barat selatan Aceh adalah salah satu kawasan yang rentan pencemaran logam berat yang bersumber dari aktivitas manusia seperti pertambangan, pertanian, pertanian dan limbah rumah tangga. Chue (Faunus ater) adalah salah satu organisme akuatik yang dapat digunakan sebagai bioindicator pencemaran perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan logam berat Timbal (Pb), Kadmium (Cd) dan Merkuri (Hg) pada moluska Faunus ater (chue) yang berasal dari tujuh lokasi estuaria di kawasan pesisir barat-selatan Aceh, serta menganalisis faktor lingkungan yang mempengaruhi akumulasi logam dan potensi risiko terhadap kesehatan masyarakat. Lokokasi sampling meliputi Sungai Jembatan Kembar (Aceh Singkil), Sungai Trumon (Aceh Selatan), Kuala Lama Tuha (Aceh Barat Daya), Sungai Peunaga Cut Ujong (Nagan Raya), Suak Ribe Puteh (Aceh Barat), Sungai Teunom (Aceh Jaya), dan Sungai Leupung (Aceh Besar). Studi ini menggunakan pendekatan analisis laboratorium dengan instrumen Spektrofotometer Serapan Atom (AAS) untuk mengukur konsentrasi logam dalam jaringan daging F. ater. Hasil menunjukkan bahwa Chue (Faunus ater) dari tujuh lokasi di kawasan pantai barat selatan Provinsi Aceh menunjukkan bahwa seluruh sampel chue telah tercemar timbal dengan kadar berkisar 0,691 - 1,575 mg/kg dan tercemar kadmium dengan kisaran 0,285 – 0.311 mg/kg. kandungan Timbal dan Kadmium dari ketujuh lokasi tersebut menunjukkan kandungan logam berat yang tinggi. Logam Merkuri (Hg) dengan kisaran 0,001 – 0.030 mg/kg, dimana kadar merkuri tertinggi dijumpai pada sampel chue dari Aceh Barat Daya, dan terendah dijumpai pada sampel dari perairan Aceh Besar. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa semua sampel telah terkontaminasi logam berat Timbal, Kadmium dan Merkuri, dengan Pb dan Cd melebihi ambang batas aman menurut BPOM RI, dengan konsentrasi tertinggi ditemukan di Kabupaten Aceh Barat Daya. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumsi F. ater dari wilayah tersebut berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Bioakumulasi, Estuaria, Bioindikator, Faunus ater, Logam berat</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166687</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:50:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:55:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>