<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166671">
 <titleInfo>
  <title>ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN SAPI ACEH DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AKBAR ANGGA RISKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sapi Aceh merupakan salah satu plasma nutfah lokal Indonesia yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap jenis pakan lokal serta kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, seperti suhu yang tinggi dan ketersediaan pakan yang terbatas. Keberadaan sapi ini memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi daging masyarakat Aceh, termasuk wilayah Kabupaten Aceh Barat. Sistem pemeliharaan ini masih dihadapkan pada sejumlah permasalahan teknis, antara lain mutu pakan yang rendah, efisiensi reproduksi yang belum optimal akibat dominasi kawin alam yang tidak teratur, serta terbatasnya pemanfaatan teknologi reproduksi modern seperti inseminasi buatan. Kondisi ini menyebabkan produktivitas sapi Aceh belum mencapai potensi maksimalnya.&#13;
       Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 17 April sampai 17 Mei 2025 di Kecamatan Johan Pahlawan meliputi lima desa yaitu desa Suak Sigadeng, Suak Raya, Suak Ribee, Seunebok dan Rundeng. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 39 peternak sapi Aceh dengan menggunakan kuisioner. Teknik pengambilan sampel secara acak dan penentuan jumlah sampel secara sengaja dengan pertimbangan peternak yang bersedia untuk diwawancara dengan ketentuan pemilihan minimal beternak selama 3 tahun dan memiliki ternak sapi Aceh minimal 2 ekor.&#13;
       Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu penerapan aspek teknis pemeliharaan sapi Aceh di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat meliputi, aspek pemuliaan dan reproduksi, pakan, tatalaksana pemeliharaan, kesehatan, kandang dan perlengkapan. Data yang didapat diolah dengan menghitung rata-rata dan persentase skor kemudian dibandingkan dengan kategori yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan (1992).&#13;
       Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aspek teknik pemeliharaan ternak sapi Aceh yang diperoleh di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat adalah 52,31% dengan rata-rata nilai 523,1 dari 1000. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan aspek teknis pemeliharaan sapi Aceh di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat belum sesuai dengan pedoman Direktorat Jenderal Peternakan (1992).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COWS - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>636.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166671</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:41:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 11:36:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>