<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166667">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI AKTIVITAS GELOMBANG OTAK MENGGUNAKAN ELECTROENCEPHALOGRAM (EEG) PADA NARACOBA KEJANG DAN NON-KEJANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Resti Yunida Tari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan aktivitas gelombang otak pada naracoba dalam kondisi kejang dan non-kejang menggunakan data Electroencephalogram (EEG). EEG merupakan metode non-invasif yang merekam aktivitas listrik otak melalui elektroda yang ditempatkan di kulit kepala. Data EEG dalam penelitian ini diperoleh dari database CHB-MIT yang bersumber dari Rumah Sakit Anak Boston, dengan tiga naracoba yang masing-masing memiliki data kejang dan non-kejang. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak EDFBrowser dengan metode Fast Fourier Transform (FFT) untuk mendapatkan Power Spectral Density (PSD). Hasil pengolahan data dianalisis dalam domain waktu dan domain frekuensi untuk membandingkan karakteristik sinyal antara kondisi kejang dan non-kejang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada amplitudo dan pola gelombang EEG saat kejang dibandingkan saat non-kejang. Pada saat kejang, sinyal menunjukkan lonjakan amplitudo yang tajam dan tidak teratur, sedangkan pada kondisi non-kejang sinyal cenderung lebih stabil. Analisis PSD menunjukkan bahwa gelombang delta dan theta lebih dominan saat kondisi kejang, sedangkan gelombang alpha dan beta lebih terlihat pada kondisi non-kejang. &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci : Electroencephalogram (EEG), kejang, non-kejang, Power Spectral Density (PSD), Fast Fourier Transform (FFT), EDFBrowser&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166667</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:39:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 20:02:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>