<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166665">
 <titleInfo>
  <title>EFEK SEDIAAN OBAT KUMUR BERBAHAN DASAR MINYAK NILAM DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS PADA PENGGUNA GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DYNDA RAUZATUNNYSA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Penggunaan gigi tiruan resin akrilik dapat meningkatkan risiko pertumbuhan Candida albicans, yang berpotensi menyebabkan infeksi oral seperti denture stomatitis. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas obat kumur berbahan dasar minyak nilam (Pogostemon cablin Benth.) dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans pada pengguna gigi tiruan. Metode penelitian yang digunakan berupa eksperimental laboratorium dengan desain pretest-posttest controlled group. Analisis dilakukan dengan teknik kultur mikrobiologi sebelum dan sesudah dipaparkan obat kumur berbasis minyak nilam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian:  menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam pertumbuhan koloni Candida albicans setelah pemaparan  obat kumur minyak nilam. Sebanyak 18 responden mengalami penurunan jumlah koloni dengan mean rank sebesar 9,50, sementara tidak ada peningkatan jumlah koloni (mean rank 0,00). Uji statistik menunjukkan nilai Z = -3,726 dengan p-value = 0,000 (p &lt; 0,05), yang mengindikasikan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah. Kesimpulan:  Obat kumur berbahan dasar minyak nilam efektif menurunkan jumlah koloni Candida albicans pada pengguna gigi tiruan. Koloni jamur tertinggi ditemukan pada pemakai gigi tiruan dengan durasi lebih dari 3 bulan hingga kurang dari 12 bulan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Antifungal, Candida albicans, Ekstrak nilam, Gigi tiruan,Obat kumur &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166665</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:38:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:50:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>