<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166649">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENGGUNAAN HORMON HIPOFISA AYAM BROILER TERHADAP PEMIJAHAN IKAN TAWES (BARBONYMUS GONIONOTUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lissia Gebi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemijahan alami dalam kegiatan budidaya ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) tidak &#13;
selalu dapat terjadi secara optimal karena berbagai faktor baik faktor internal maupun &#13;
ekternal. Penggunaan hormon dalam memicu ovulasi telah lama diterapkan, salah satu &#13;
jenis hormonal yang sering digunakan adalah ovaprim. Selain itu salah satu alternatif &#13;
yang potensial adalah penggunaan hormon hipofisa ayam broiler. Tujuan dalam &#13;
penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas hormon hipofisa ayam broiler dalam &#13;
merangsang proses pemijahan ikan Tawes (Barbonymus gonionotus), membandingkan &#13;
tingkat efektivitas hormon Ovaprim dengan hormon hipofisa ayam broiler, serta untuk &#13;
mengetahui dosis hormon hipofisa ayam broiler yang tepat dalam pemijahan ikan tawes. &#13;
Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2025 – Juni 2025 dan dilaksanakan di UPTD &#13;
BBI Krueng Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Metode yang &#13;
digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak &#13;
Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 4 pengulangan P0 (perlakuan &#13;
kontrol dengan ovaprim dosis 0,5 ml/kg), P1 (perlakuan dengan dosis hormon hipofisa &#13;
0,1 mg/kg), P2 (perlakuan dengan dosis hormon hipofisa 0,15 mg/kg), P3 (perlakuan &#13;
dengan dosis hormon hipofisa 0,2 mg/kg) dan P4 (perlakuan dengan dosis hormon &#13;
hipofisa 0,25 mg/kg). Parameter yang diamati berupa waktu latensi ovulasi, fekunditas, &#13;
diameter telur, derajat pembuahan, daya tetas telur, kelangsungan hidup larva serta &#13;
kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon hipofisa ayam &#13;
broiler berpengaruh nyata (P0,05).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166649</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:31:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:34:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>