<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166633">
 <titleInfo>
  <title>KLASIFIKASI SINYAL EEG UNTUK DIAGNOSIS AUTISM SPECTRUM DISORDER MENGGUNAKAN GRAPH CONVOLUTIONAL NETWORK DENGAN AUGMENTASI DATA GENERATIVE ADVERSARIAL NETWORK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KAYSA MARISA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak - Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan &#13;
sistem saraf yang selama ini diidentifikasi melalui observasi perilaku dan &#13;
wawancara klinis, yang bersifat subjektif dan memerlukan waktu lama. Penelitian &#13;
ini bertujuan merancang model klasifikasi menggunakan Graph Convolutional &#13;
Networ k (GCN) berdasarkan sinyal Electroencephalogram (EEG) yang telah &#13;
dikonversi ke dalam bentuk citra heatmap untuk merepresentasikan aktivitas otak &#13;
secara visual. Guna memperkaya data pelatihan, digunakan metode Generative &#13;
Adversarial Network (GAN) untuk menghasilkan citra sintetis tambahan. Proses &#13;
klasifikasi dilakukan dengan pendekatan GCN, yang mampu memanfaatkan &#13;
hubungan spasial antar piksel pada citra EEG untuk membedakan individu dengan &#13;
ASD dan individu non-ASD. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model GCN &#13;
yang dilatih dengan data tambahan dari GAN (learning rate 0.0005) memberikan &#13;
hasil evaluasi yang lebih tinggi dibandingkan model yang hanya menggunakan data &#13;
asli. Model dengan data tambahan GAN mencapai akurasi sebesar 94,37%, presisi &#13;
94,42%, spesifisitas 91,63%, recall 94,37%, dan F1-score 94,36%. Sementara itu, &#13;
model dengan data asli menghasilkan akurasi 93,90%, presisi 93,92%, spesifisitas &#13;
89,65%, recall 93,90%, dan F1-score 93,89%. Temuan ini menunjukkan bahwa &#13;
penerapan metode GAN dalam proses augmentasi data mendukung kinerja model &#13;
GCN dalam klasifikasi ASD secara lebih objektif dan akurat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166633</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:17:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:21:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>