<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166609">
 <titleInfo>
  <title>KINERJA PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM ACEH TIMUR TERHADAP PENGAWASAN PENGHITUNGAN SURAT SUARA ULANG PADA PEMILU 2024</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DELLA ANANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Indonesia sebagai negara demokrasi menjadikan pemilihan umum (pemilu) sebagai sarana utama untuk mengekspresikan kedaulatan rakyat. Namun, dalam prakteknya, pemilu sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan, Pemilu 2024 di Kabupaten Aceh Timur memicu pelaksanaan Penghitungan Suara Ulang (PSSU) berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi karena ditemukan indikasi manipulasi suara dan ketidaksesuaian data pemilih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi langsung di lapangan. Penelitian ini menggunakan teori kinerja menurut Pasolong Harbani sebagai kerangka analisis untuk mengevaluasi efektivitas pengawasan. Hasil menunjukkan pengawasan belum optimal akibat keterbatasan SDM, cakupan wilayah yang luas, dan lemahnya pemahaman teknis pengawas lapangan. Meski Panwaslih berupaya menjalankan tugas sesuai prosedur, temuan PSSU di 539 TPS membuktikan adanya kegagalan pengawasan awal dalam mencegah manipulasi suara dan pelanggaran administratif. Indikator kinerja produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, dan akuntabilitas mengungkap kelemahan struktural: (1) lambatnya penanganan laporan, (2) minimnya transparansi rekapitulasi, dan (3) ketergantungan pada koreksi MK alih-alih pencegahan dini. Diperkuat wawancara dengan KIP dan partai politik, penelitian ini menyimpulkan bahwa integritas pemilu di Aceh Timur terkendala oleh lemahnya kapasitas kelembagaan Panwaslih, sehingga memerlukan reformasi pengawasan berbasis peningkatan SDM dan sistem pelaporan terpadu.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Kinerja Pengawasan, Pemilihan Umum, PSSU, Aceh Timur</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166609</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:03:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:14:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>