<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166585">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PEMILIHAN TEMPAT EVAKUASI BENCANA DI KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN MODEL LOGIT BINER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Khairuzzadi Fuhir Imran</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu aspek penting dalam mitigasi bencana adalah penyediaan dan pemilihan tempat evakuasi yang tepat dan mudah diakses oleh masyarakat. Tempat evakuasi berfungsi sebagai lokasi aman yang dapat menampung korban bencana sementara waktu hingga situasi kembali kondusif. Namun, dalam praktiknya, pemilihan tempat evakuasi oleh masyarakat tidak selalu didasarkan pada pertimbangan yang optimal, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jarak, aksesibilitas, fasilitas, dan tingkat kesadaran. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan tempat evakuasi bencana di Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, dengan membandingkan dua metode: regresi linear model logit biner selisih dan model logit biner selisih menggunakan SPSS. Data dikumpulkan melalui survei revealed preference terhadap 305 responden. Hasil analisis regresi linear model logit biner selisih menunjukkan bahwa semakin besar selisih jarak antara Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA), semakin kecil probabilitas pemilihan TES (dari 15% menjadi 11% pada selisih 5000 m). Sementara itu, analisis dengan SPSS memungkinkan identifikasi lebih banyak faktor signifikan, seperti pengalaman bencana dan moda transportasi, serta menghasilkan probabilitas pemilihan TES sebesar 34,8%. Kedua metode menegaskan bahwa jarak adalah faktor utama, namun metode SPSS memberikan hasil yang lebih komprehensif karena mampu memasukkan variabel tambahan. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi lokasi TES, sosialisasi, dan pengembangan sistem transportasi evakuasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166585</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 14:37:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:03:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>