<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166567">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KENDALA PELAKSANAAN SERTIFIKASI HALAL PADA UMKM DIMSUM DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mutuahdiyansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki kebutuhan yang tinggi akan produk halal, terutama dalam sektor makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala pelaksanaan sertifikasi halal pada UMKM dimsum di Banda Aceh. Sertifikasi halal menjadi wajib bagi berbagai produk, termasuk makanan dan minuman, sesuai dengan Undang-Undang No. 33 Tahun 2014. Namun, banyak UMKM dimsum di Banda Aceh menghadapi tantangan dalam memperoleh sertifikasi halal, seperti kurangnya pemahaman, biaya yang tinggi, dan prosedur administrasi yang rumit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan root cause analysis dan problem tree analysis untuk mengidentifikasi akar masalah dan merumuskan solusi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik UMKM dimsum yang belum memiliki sertifikasi halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran pelaku usaha, kurangnya sosialisasi dari pemerintah, serta skala usaha yang kecil. Rekomendasi utama adalah meningkatkan sosialisasi dan edukasi, memberikan bantuan keuangan, serta menyederhanakan proses sertifikasi. Dengan upaya bersama ini, diharapkan UMKM dimsum di Banda Aceh dapat lebih mudah mendapatkan sertifikasi halal dan berkembang secara berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166567</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 14:21:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 14:57:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>