<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166561">
 <titleInfo>
  <title>PERTUMBUHAN DAN SERAPAN NITROGEN TANAMAN KEDELAI VARIETAS ANJASMORO AKIBAT PERLAKUAN HARA PUPUK PADA ENTISOL DARUSSALAM, BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hafizza Rahmah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Entisol dikenal sebagai tanah yang masih muda atau belum berkembang sehingga tingkat kesuburannya sangat bervariasi tergantung bahan induk tanahnya. Entisol biasanya mempunyai kandungan bahan organik dan unsur hara di dalamnya relatif rendah terutama jika tekstur tanahnya didominasi oleh pasir. Salah satu metode untuk menilai status unsur hara di dalam tanah adalah dengan melakukan penelitian dengan mengkaji respons tanaman terhadap perlakuan hara lengkap dan perlakuan minus hara yang dikenal dengan teknis percobaan omisi (subtraksi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh percobaan hara pupuk dengan pemberian beberapa jenis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan serapan nitrogen tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill) varietas Anjasmoro pada Entisol Darussalam.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dimulai dari Juni hingga September 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) berpola non faktorial yang terdiri atas delapan perlakuan hara secara omisi dengan 3 ulangan. Susunan perlakuan dilakukan dengan tiga ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Untuk mengetahui pengaruh akibat dari perlakuan, dilakukan analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5%, dan dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) dengan taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan tanaman seperti tinggi tanaman dan jumlah daun umur 14, 28, 42, dan 56 hari setelah tanam (HST), berat berangkasan basah dan kering, serta serapan N tanaman.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan hara pupuk tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot berangkasan basah maupun kering tanaman kedelai varietas Anjasmoro. Tinggi tanaman kedelai varietas Anjasmoro tidak menunjukkan perbedaan respon yang nyata akibat perlakuan pupuk secara omisi (substraksi) pada semua tahap pengamatan (14, 28, dan 42). Secara umum, pertumbuan tanaman berada di bawah perlakuan hara lengkap, meskipun terdapat beberapa perlakuan yang menunjukkan hasil di atas perlakuan hara lengkap. Perlakuan hara pupuk juga tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 14 dan 42 HST tetapi berbeda pada umur 28 HST. Pada tahap ini, perlakuan lengkap (CL) dan tanpa kalium (C-K) menghasilkan jumlah daun tertinggi, sedangkan perlakuan tanpa nitrogen (C-N) paling rendah. Berat berangkasan basah dan berat berangkasan kering tanaman bagian atas tidak dipengaruhi oleh perlakuan hara pupuk dan tidak ada perbedaan antar perlakuan. Namun, perlakuan yang diberi hara lengkap (CL) konsisten menghasilkan nilai tertinggi yang diikuti oleh perlakuan hara lengkap tanpa S. Konsentrasi N daun dan serapan nitrogen tertinggi diperoleh pada perlakuan hara lengkap (CL) yaitu sebesar (2,95%) dengan serapan N sebesar 0,24 mg N/tanaman atau setara (40 kg N/ha), sedangkan terendah pada perlakuan tanpa nitrogen (Co) sebesar 0,12 mg N/tanaman (20 kg N/ha), sehingga terjadi difisit N sebesar 6-26 kg N per hektar. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya penambahan nitrogen untuk pertumbuhan kedelai pada tanah Entisol Darussalam. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166561</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 14:14:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 19:28:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>