<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166475">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN EFISIENSI PEMASARAN KOPI GAYO (COFFEA SP.) DI PERHUTANAN SOSIAL DAN LAHAN MASYARAKAT STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>DESA KEKUYANG KABUPATEN ACEH TENGAH</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SELI NARDATILA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi Gayo merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai &#13;
ekonomi tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional. Komoditas ini dikenal karena &#13;
cita rasanya yang khas dan telah mendapatkan pengakuan sebagai produk indikasi geografis. &#13;
Di Desa Kekuyang, Kabupaten Aceh Tengah, masyarakat membudidayakan kopi pada dua &#13;
jenis lahan, yaitu lahan perhutanan sosial dan lahan milik masyarakat. Keberadaan dua jenis &#13;
lahan ini mencerminkan perbedaan dalam sistem pengelolaan dan distribusi hasil produksi, &#13;
yang berpotensi mempengaruhi struktur dan efisiensi pemasaran kopi. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk menganalisis sistem pemasaran kopi Gayo di Desa Kekuyang dengan &#13;
menyoroti tiga aspek utama. Pertama, penelitian ini meninjau tingkat harga yang diterima &#13;
oleh petani melalui analisis farmer’s share. Kedua, penelitian ini mengidentifikasi selisih &#13;
harga pada setiap mata rantai distribusi melalui analisis profit margin. Ketiga, penelitian ini &#13;
menilai sejauh mana proses pemasaran mampu memberikan nilai tambah bagi petani sebagai &#13;
produsen utama. &#13;
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan objek penelitian berupa petani &#13;
kopi Gayo dan lembaga pemasaran yang beroperasi di dua wilayah, yaitu lahan perhutanan &#13;
sosial dan lahan milik masyarakat di Desa Kekuyang, Kabupaten Aceh Tengah. &#13;
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para responden. Jenis &#13;
data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik penentuan sampel &#13;
menggunakan metode snowball sampling, dengan total 38 responden yang terdiri dari 30 &#13;
petani, 4 pengepul, dan 4 mitra usaha. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan &#13;
kuantitatif. Efisiensi pemasaran kopi dianalisis melalui perhitungan profit margin, farmer’s &#13;
share, dan pendapatan petani. &#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat efisiensi pemasaran di wilayah &#13;
perhutanan sosial mencapai 38,15%, yang tergolong efisien. Sementara itu, efisiensi di &#13;
wilayah lahan masyarakat sebesar 42,47%, yang justru dikategorikan efisien. Temuan ini &#13;
mengindikasikan bahwa saluran pemasaran kopi Gayo pada dua wilayah tergolong efisien. &#13;
Nilai farmer’s share di kedua wilayah berada di atas 40%, yang mencerminkan adanya &#13;
kecenderungan efisiensi dalam sistem pemasaran. Analisis profit margin menunjukkan &#13;
besarnya keuntungan yang diterima oleh petani sebagai imbalan dari aktivitas pemasaran. &#13;
Temuan ini memberikan gambaran mengenai distribusi margin pada tingkat petani, yang &#13;
dapat dijadikan dasar dalam perumusan strategi pengelolaan sumber daya pertanian secara &#13;
lebih efektif dan berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa saluran &#13;
pemasaran kopi Gayo (Coffea sp.) di wilayah perhutanan sosial dan lahan masyarakat &#13;
memiliki pola rantai pemasaran yang serupa, yaitu melibatkan petani, pengepul, dan mitra &#13;
usaha atau pabrik. Namun, tingkat efisiensi pemasaran pada dua wilayah sudah tergolong &#13;
efisien.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166475</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 12:44:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:15:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>