<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166449">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI EKTOPARASIT DAN ENDOPARASIT PADA UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI TAMBAK INTENSIF KEECAMATAN PEUKAN BADA ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MIA AULIA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Infeksi parasit merupakan salah satu permasalahan utama dalam budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang memiliki resiko tinggi akibat penurunan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, prevalensi, dan intensitas ektoparasit dan endoparasit pada udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dibudidayakan di tambak Desa Lamteungoh, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Sebanyak 40 ekor udang diambil dengan metode purposive sampling. Parameter yang di amati meliputi jenis parasit, prevalensi, intensitas, dan kualitas air. Hasil identifikasi menunjukkan adanya tiga jenis ektoparasit yang menginfeksi udang vaname antara lain Vorticella sp. Zoothamnium sp. dan Epistylis sp.  Pada penelitian ini Vorticella sp. menunjukkan prevalensi tertinggi sebesar 100% dengan intensitas 19,35 individu per ekor. Organ yang paling sering terinfeksi adalah ekor dengan prevalensi 82,5% dan intensitas 9,81. Sementara itu hasil pemeriksaan terhadap hepatopankreas dan usus tidak menunjukkan adanya infeksi endoparasit pada semua sampel yang di amati. Kualitas air pada tambak ini menunjukan pH 6, suhu 26–27°C, salinitas 25 ppt, dan DO 2,4–2,6 ppm. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi penting bagi pembudidaya dalam upaya pencegahan penyakit pada udang vaname dan pengelolaan kualitas air agar lebih optimal lagi untuk mencegah infeksi parasit secara berkelanjutan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Udang vaname, ektoparasit, endoparasit, prevalensi, kualitas air&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PARASITES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SHRIMPS - CULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>639.68</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166449</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 12:16:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-31 10:59:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>