ANALISIS SISA UMUR SPHERICAL ROLLER BEARING PADA INDUCED DRAFT FAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUSI WEIBULL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS SISA UMUR SPHERICAL ROLLER BEARING PADA INDUCED DRAFT FAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUSI WEIBULL


Pengarang

MUHAMMAD KHALIL AMMAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Amir Zaki Mubarak - 197910122006041002 - Dosen Pembimbing I
Ikramullah - 199012242022031007 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2104102010102

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik - Teknik Mesin., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kerusakan bearing pada sistem induced draft fan (IDF) pada industri semen menjadi penyebab utama downtime, yang dipicu oleh peningkatan vibrasi dan temperatur selama operasi. Metode perhitungan konvensional seperti ISO 281 tidak mempertimbangkan kondisi operasional aktual, sehingga perlu pendekatan berbasis data lapangan. Pengambilan data dilakukan selama lebih dari lima tahun pada PT Solusi Bangun Andalas menggunakan sensor vibrasi SZ-6 dan termokopel WRNK2-221, lalu diklasifikasikan menjadi data failure dan censored. Analisis dilakukan menggunakan distribusi Weibull dan metode least squares estimation (LSE) melalui perangkat lunak Minitab. Hasil estimasi menunjukkan nilai shape parameter (β) sebesar 8,95938 dan scale parameter (η) sebesar 35.611,6 jam, dan MTTF sebesar 33.716 jam, dengan korelasi model sebesar 0,796. Estimasi sisa umur bearing berdasarkan Weibull sebesar 16487 jam (1,88 tahun), sedangkan metode ISO 281 menunjukkan 20.447 jam (2,33 tahun), dengan selisih 3.960 jam (0,4 tahun). Perbedaan ini menunjukkan pendekatan statistik berbasis kondisi lebih mencerminkan kondisi actual operasional. Integrasi monitoring vibrasi dan temperatur secara real-time menjadi penting dalam mendukung strategi pemeliharaan.

Kerusakan bearing pada sistem induced draft fan (IDF) pada industri semen menjadi penyebab utama downtime, yang dipicu oleh peningkatan vibrasi dan temperatur selama operasi. Metode perhitungan konvensional seperti ISO 281 tidak mempertimbangkan kondisi operasional aktual, sehingga perlu pendekatan berbasis data lapangan. Pengambilan data dilakukan selama lebih dari lima tahun pada PT Solusi Bangun Andalas menggunakan sensor vibrasi SZ-6 dan termokopel WRNK2-221, lalu diklasifikasikan menjadi data failure dan censored. Analisis dilakukan menggunakan distribusi Weibull dan metode least squares estimation (LSE) melalui perangkat lunak Minitab. Hasil estimasi menunjukkan nilai shape parameter (β) sebesar 8,95938 dan scale parameter (η) sebesar 35.611,6 jam, dan MTTF sebesar 33.716 jam, dengan korelasi model sebesar 0,796. Estimasi sisa umur bearing berdasarkan Weibull sebesar 16487 jam (1,88 tahun), sedangkan metode ISO 281 menunjukkan 20.447 jam (2,33 tahun), dengan selisih 3.960 jam (0,4 tahun). Perbedaan ini menunjukkan pendekatan statistik berbasis kondisi lebih mencerminkan kondisi actual operasional. Integrasi monitoring vibrasi dan temperatur secara real-time menjadi penting dalam mendukung strategi pemeliharaan.

Citation



    SERVICES DESK