<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166413">
 <titleInfo>
  <title>THE CONCEPTUAL MEANING OF PEUNAJOH NAGAN RAYA:</title>
  <subTitle>A CULINARY LINGUISTIC APPROACH</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAILAN ADHIMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengeksplorasi makna budaya dan linguistik yang terkandung dalam Peunajôh Nagan Raya, sebuah istilah yang digunakan untuk merujuk pada makanan tradisional Aceh di Nagan Raya, melalui pendekatan Natural Semantic Metalanguage (NSM). Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan: (1) Bagaimana Peunajôh dikategorikan secara semantik? dan (2) Apa makna konseptual dari Peunajôh di Nagan Raya?&#13;
&#13;
Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan empat informan yang memiliki kompetensi budaya serta melalui observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peunajôh secara semantik dikategorikan ke dalam tiga jenis: Peunajôh Khanduri (untuk upacara ritual), Peunajôh Uroe Raya (untuk hari-hari perayaan), dan Peunajôh Ie Sirap (untuk konsumsi sehari-hari). Setiap kategori mencerminkan nilai-nilai budaya dan konteks situasional yang khas.&#13;
&#13;
Untuk menguraikan makna konseptual, penelitian ini menggunakan templat semantik dari kerangka kerja NSM, yang mencakup empat komponen utama: Fungsi, Bahan, Proses, dan Penampilan. Unsur-unsur ini mengungkapkan bahwa Peunajôh lebih dari sekadar makanan; ia merupakan artefak budaya simbolik yang menyampaikan peran sosial, makna religius, dan identitas antargenerasi.&#13;
&#13;
Eksplikasi semantik yang disusun untuk setiap jenis makanan (misalnya Kue Karah, Leumang, Putro Manoe) menunjukkan bahwa makanan tradisional menyampaikan pesan non-verbal seperti keramahan, pengingat, berkah, dan rasa syukur. Sebagai kesimpulan, Peunajôh di Nagan Raya mengandung makna budaya yang berlapis dan berfungsi sebagai media ekspresi linguistik, koneksi sosial, serta pelestarian budaya.&#13;
&#13;
Penelitian ini menyoroti urgensi pendokumentasian dan pelestarian leksikon kuliner guna menjaga warisan budaya takbenda Aceh.&#13;
&#13;
Kata kunci: budaya Aceh, makna konseptual, linguistik kuliner, Nagan Raya, Natural Semantic Metalanguage (NSM), Peunajôh, kategorisasi semantik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166413</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 11:52:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:12:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>