<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166353">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA SELF COMPASSION DAN SOCIAL COMPARISON PADA MAHASISWA PENGGUNA INSTAGRAM DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAISARAH MAULINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan media sosial Instagram yang semakin masif di kalangan mahasiswa dapat memicu terjadinya social comparison yang berdampak pada kesejahteraan psikologis. Self compassion sebagai kemampuan untuk bersikap baik terhadap diri sendiri dihipotesiskan dapat membantu mengurangi kecenderungan individu dalam melakukan social comparison. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self compassion dengan social comparison pada mahasiswa pengguna Instagram di Universitas Syiah Kuala. Self compassion merupakan sikap belas kasih terhadap diri sendiri dalam menghadapi kegagalan, sementara social comparison merujuk pada kecenderungan individu membandingkan diri dengan orang lain, khususnya dalam konteks media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel berjumlah 389 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah Social Media Social Comparison (SMSC) dan Skala Welas Diri yang telah dimodifikasi sesuai konteks penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dan social comparison (r = -0,163, p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self compassion seseorang, maka semakin rendah kecenderungan untuk melakukan social comparison terhadap orang lain di Instagram. Sebaliknya, semakin rendah tingkat self compassion seseorang, maka semakin tinggi kecenderungan untuk melakukan social comparison terhadap orang lain di Instagram.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166353</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 11:09:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 11:11:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>