ANALISIS NERACA AIR TANAH UNTUK MENETAPKAN WAKTU TANAM JAGUNG DAN PADI PADA SAWAH TADAH HUJAN DI KECAMATAN LHOKSUKON KABUPATEN ACEH UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS NERACA AIR TANAH UNTUK MENETAPKAN WAKTU TANAM JAGUNG DAN PADI PADA SAWAH TADAH HUJAN DI KECAMATAN LHOKSUKON KABUPATEN ACEH UTARA


Pengarang

M. Natsir - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0192040050

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : prog. studi magister pertanian., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Studi ini bertujuan menganalisis neraca air tanah untuk menetapkan waktu tanam jagung dan padi pada sawah tadah hujan di Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara yang dilakukan dari bulan Maret 2003 sampai dengan Januari 2004.
. Perhitungan neraca air tanah dilakukan dengan menggunakan metode Thorntwaite dan Mather (1957) yang dikenal dengan metode tata buku ( book keeping method ). Untuk menghitung nilai evapotranspirasi digunakan metoda
motifikasi Penman.
Hasil analisis peluang 40 % kebawah nilai curah huan lebih besar atau sama dengan nilai rata-rata mingguan, sedangkan peluang lebih tinggi dari rata ratanya (50 %, 60% dan 7 S %) nilai lebih rendah dari rata-rata bahkan mencapai nol. Pada peluang 50% untuk melampauinya tersedia musim tanam jagung 33 minggu (minggu ke-32) hingga minggu ke-11) dengan kata lain masa tanam dapat dilakukan pada minggu ke tiga bulan agustus sampai minggu ke tiga bulan maret pada periode ini dapat dilakukan 2 kali tanam jagung dengan bera selama 2-3 minggu minggu. Sedangkan padai sawah tadah hujan tersedia musim tanamselama
35 minggu (minggu ke-30 hingga minggu ke-12) dengan kata lain masa tanam
dapat dilakukan pada minggu kedua bulan agustus sampai minggu ke empat bulan maret dapat dilakukan 2 kali tanam dengan bera 1-2 minggu. Pada peluang 60% untuk melampauinya, tersedia musim tanam jagung selama 29 minggu (minggu ke
28 hingga minggu ke-4) dengan kata Iain masa tanam dapat dilakukan pada
- minggu pertama bulan agustus sampai minggu ke empat bulanjanuari pada periode ini dapat dilakukan 2 kali tanam dengan menggunakan varietas yang berumur pendek/genjah, sedangkan untuk padi sawah tadah hujan tersedia musim tanam
selama 33 minggu (minggu ke-28 hingga minggu ke-5) dengan kata lain masa tanam dapat dilakukan pada minggu pertama bulan juli sampai minggu pertama bulan pebruari selama periode ini dilakukan 2 kali tanam dengan menggunakan varietas berumur pendek/genjah. Pada peluang 75 % untuk melampauinya, tersedia musim tanam jagung selama 15 minggu (minggu ke-41 hingga minggu ke-3), dengan kaya lain masa tanam dapat dilakuan pada minggu pertama bulan nopember sampai minggu ketiga bulan januari periode ini dapat dilakukan 1 kali tanam dan tidak ada bera. Sedangkan padi sawah tanah hujan tersedia musim tanam selama 16 minggu (minggu ke-41 hingga minggu ke-+) dengan kata lain


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK