Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PENGAPURAN TERHADAP EFEKTIVITAS ANTAGONISME TRICHODERMA HARIANUM DALAM MENEKAN PERKEMBANGAN PENYAKIT LAYU SCLEROTIUM KACANG TANAH PADA INCEPTISOL
Pengarang
Irvan Subandar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0492040006
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan., 2006
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Inceptisol merupakan tanah muda yang baru berkembang. Pada lahan kering tanah ordo Inceptisol dapat menjadi tanah yang bemasalah karena mudah tererosi dan bereaksi masam. Namun demikian Inceptisol merupakan tanah yang cukup potensial untuk dikembangkan menjadi areal pertanian bila dikelola secara bijaksana. Pengolahan tanah dapat memperbaiki struktur tanah, porositas tanah, dan aerasi tanah sehingga menjadi sesuai untuk perkembangan Sclerotium rolfsii dan Trichoderma harzianum. Sistem olah tanah konservasi dapat meningkatkan serangan S. rolfsii pada kacang tanah. Untuk menghambat perkembangan S. rolfsii tersebut dapat dilakukan dengan pemberian kapur dan antagonis T. harzianum. Telah dilakukan penelitian sejak Oktober 2005 hingga Maret 2006 di Indrapuri Aceh Besar untuk mengkaji sejauh mana pengaruh sistem olah tanah dan pengapuran terhadap efektivitas antagonis T. harziamum dalam menekan perkembangan penyakit layu Sclerotium pada kacang tanah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak-Petak Terbagi dengan Rancangan Acak Kelompok pada petak utamanya. Sebagai petak utama yaitu sistem olah tanah konvensional dan konservasi. Sebagai anak petak yaitu pengapuran sebanyak 0,00 ton/ha, 1,83 ton/ha, dan 3,66 ton/ha. Sebagai anak-anak petak yaitu tanpa dan dengan pemberian antagonis T. harzianum. Peubah yang diamati yaitu masa inkubasi S. rolfsii, hawar kecambah, persentase tanaman terserang, panjang lesio, jumlah sklerotia terbentuk, tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah polong bernas, berat polong, dan berat biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa olah tanah konvensional, pengapuran 3,66 ton/ha, pemberian antagonis, kombinasi olah tanah konvensional dengan pemberian T. harzianum, kombinasi pengapuran 1,83 ton/ha dengan pemberian T. harzianum, serta kombinasi olah tanah konservasi, pengapuran 3,66 ton/ha dan pemberian T. harzianum memberikan hasil terbaik dalam menekan perkembangan penyakit layu Sclerotium kacang tanah.
Kata kunci : Inceptisol, kacang tanah, olah tanah, pengapuran, Trichoderma harzianum, Sclerotium rolfsii.
Tidak Tersedia Deskripsi
EFEKTIVITAS TRICHODERMA VIRIDE DAN TRICHODERMA HARZIANUM SEBAGAI AGEN ANTAGONIS SCLEROTIUM ROLFSII PADARNTANAMAN KACANG TANAH (Idarniati, 2024)
PERUBAHAN BEBERAPA SIFAT FISIKA DAN HASIL KACANG TANAH AKIBAT SISTEM OLAH TANAH DAN SOIL CONDITIONER PADA ENTISOL KAJHU KABUPATEN ACEH BESAR (Ali Muhammad, 2025)
EKSPLORASI DAN UJI POTENSI AGENS ANTAGONIS DARI RIZOSFER TANAMAN PISANG YANG SEHAT PADA AREAL YANG TERINFEKSI PENYAKIT LAYU FUSARIUM (FUSARIUM OXYSPORUM F.SP. CUBENSE) (Yusni Deli, 2024)
KOMBINASI BEBERAPA DOSIS DAN SPESIES TRICHODERMA FORMULASI PELET DALAM MENEKAN PERKEMBANGAN JAMUR FUSARIUM OXYSPORUM F.SP CAPSICI DI PEMBIBITAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L. ) (Frara Efeseli Fakhdian, 2018)
DAUR BALIK BAHAN ORGANIK DAN MINERALISASI AKIBAT SISTEM OLAH TANAH (Irwansyah Putra, 2024)