FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN UANG DI INDONESIA (1980 - 1992) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN UANG DI INDONESIA (1980 - 1992)


Pengarang

Azhar puteh - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

92120003

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tesis ini berkonsentrasi di bidang Moneter yang lebih spesifik lagi tertuju pada
permintaan uang sempit (M1) dan uang luas (M2). Orientasi tujuan yang hendak
tingkat konsumen herimplikasi terhadap permintaan uang M1 dan M2 di Indonesia li
dicapai adalah untuk mengkaji dan memverifikasikan sejauh mana variabel-variabel

selama periode 19801992. Data yang disajikan dalam tesis ini adalah data sekunder seri waktu pertriwulan. '
Untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel tingkat bunga ()t, pendapatan ' normal riil (Vt, dan indeks harga konsumen (P)t terhadap permintaan uang sempit j
(Ml) dan uang luas (M2) digunakan peralatan regresi Linear Berganda yang diproses 1 dengan program komputer Shazam. l' Hasil penelitian mengindikasikan bahwa permintaan uang baik terhadap uang
sempit (Ml) maupun uang luas (M2) cenderung menurun sebagai akibat k:emerosotan Ii
nilai uang Rupiah. Alternatif masyarakat dalam kondisi ini adalah kompensasikan nilai rupiah dengan barang-barang berharga. Keadaan ini dicerminkan oleh nilai konstanta l
masing-masing sebesar -8,7145 dan -11,569. J Di pihak lain variabel bebas yang lebih berpengaruh terhadap perubahan permintaan uang sempit (M1) maupun uang luas (M2) adalah variabel indeks harga
konsumen dikomparasikan dengan variabel-variabel bebas lainnya seperti tingkat
bunga dan pendapatan nasional riil. Hal

ini ditunjukkan oleh nilai koefisien estimasin- ii
ya yaitu sebesar 2,5013 (M1) dan 7,4142 (M2). Nilai koefisien estimasi tersebut memberikan kejelasan bahwa pengaruh indeks harga konsumen lebih berdampak pada ,I permintaan uang luas (M2) dibandingkan dengan permintaan uang sempit M1) di
Indonesia selama periode di atas. Dalam periode jangka pendek permintaan uangy sempit (Ml) di Indonesia lebih dirasakan bila dibandingkan dengan periode jangka, panjang hal ini dicerminkan oleh nilai konstanta masing-masing sebesar 8, 72 dan 1
0,43. Sedangkan permintaan uang. luas (M2) lebih dirasakan dalam periode jangka 1 panjang dengan konstanta 59,83 bila dikomparasikan dengan periode jangka pendek dengan konstanta sebesar - 11,57. Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan pere- i konomian Indonesia relatif kurang stabil. Konsekwensinya masyarakat Indonesia terla- I
lu riskan untuk mengimplementasikan kegiatan-kegiatan yang sifatnya spekulatif.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK