MANAJEMEN KONFLIK UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SMA NEGERI 1 SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

MANAJEMEN KONFLIK UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SMA NEGERI 1 SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA


Pengarang

Roni Elfahmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0709200050062

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : prog. studi magister pendidikan., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Manajemen konflik merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja guru. Manajemen konflik adalah proses pengarahan ketidaksesuaian antar individu dalam organisasi untuk merubah perbedaan status, tujuan, nilai dan persepsi kearah yang positif. Tujuan penelitian ini untuk memahami konflik internal di sekolah sehingga menciptakan suatu pendekatan konflik yang dapat meningkatkan kinerja guru pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data, dilakukan dengan reduksi data, display data dan mengambil kesimpulan serta verifikasi. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru clan Staf Administrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor penyebab konflik yang terjadi pada SMA Negeri I Seunagan adalah akibat kegagalan komunikasi, gaya kepemimpinan, perubahan dan perkembangan dalam organisasi, dan perbedaan status; (2) Pendekatan- pendekatan yang digunakan dalam manajemen konflik oleh kepala sekolah yaitu mengadakan kerja sama antara sesama pelaku konflik untuk mengurangi berlanjutnya konflik di sekolah; dan (3) konflik yang terjadi di sekolah setelah dikelola, akan memberikan dampak positif yaitu; hubungan antar sesama personil sekolah semakin baik, kedisiplinan personil sekolah semakin tinggi, kreativitas dan kepuasan kerja personil sekolah meningkat. Namun, apabila konflik tidak diselesaikan dengan baik dan benar akan memberikan dampak negatif seperti emosi yang muncul secara berlebihan sehingga menyebabkan apriori, yaitu pendapat pihak lain selalu dianggap salah dan merosotnya kinerja guru di sekolah; Rekomendasi dari penelitian ini, menggunakan gaya manajemen konstruktif, mendorong partisipasi sejajar dan mempertahankan hubungan positif selama masa konflik, yaitu dengan menciptakan suasana tertentu bagi para personil sekolah.


Kata Kunci : Manajemen, konflik, dan kinerja

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK