Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
BENDERA DAN LAMBANG ACEH IDENTITAS ACEH ATAU KEPENTINGAN POLITIK PARTAI ACEH (PA)
Pengarang
MIRZA AKMAL - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1010103020008
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
MIRZA AKMAL, 2015 BENDERA DAN LAMBANG ACEH
IDENTITAS ACEH ATAU KEPENTINGAN
POLITIK PARTAI ACEH (PA)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Syiah Kuala (ix,61), pp., bibl., app.
(Dr. Effendi Hasan, MA dan Cut Maya Aprita Sari,
S.Sos,.M.Sos,Sc)
Pernyataan MOU yang ditanda tangani pada tanggal 15 Agustus 2005 di
Helsinki, Finlandia, point 1.1.5 menyebutkan bahwa Aceh memiliki hak untuk
menggunakan simbol-simbol wilayah termasuk bendera, lambang dan himne .
Polemik terkait dengan bendera Aceh muncul setelah DPRA mengesahkan
penggunaan lambang bulan sabit dan bintang mirip dengan bendera GAM sebagai
bendera daerah. Bendera dan Lambang Aceh bertujuan untuk mencerminkan
keistimewaan dan kekhususan. Namun pada kenyataannya, permasalahan bendera
dan lambang Aceh belum juga tuntas. Dalam polemik ini, dua pihak yang terlibat
langsung adalah PA dan pemerintah Pusat. Keterlibatan PA dalam masalah ini
menjadi ketertarikan bagi peneliti untuk mengkaji apakah keinginan membentuk
bendera dan lambang Aceh didasarkan pada identitas Aceh atau hanya kepen-tingan politik PA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang
melatarbelakangi keinginan PA untuk mengesahkan bendera dan lambang Aceh
serta untuk mengetahui perjuangan bendera dan lambang Aceh didasarkan pada
kepentingan PA atau kepentingan identitas Aceh. Data yang diperlukan dalam
penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan.
Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku teks, peraturan
perundang-undangan, dan bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian
ini, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai
informan penelitian. Hasil penelitian ini menerangkan tentang faktor yang
menjadi keinginan PA untuk mengesahkan Qanun tentang bendera dan lambang
ialah dikarenakan tuntutan MOU, keistimewaan, pemersatu, identitas rakyat Aceh
dengan bendera dan lambang supaya terlihat keistimewaan Aceh dengan Provinsi
lain, walaupun saat ini bendera dan lambang Aceh masih ada hambatan dari
Pemerintah pusat untuk dikibarkan serta perjuangan Bendera dan Lambang
mempunyai kepentingan sama besar antara PA dan Identitas Aceh, secara tidak
langsung kepentingan PA akan memenuhi kepentingan Identitas Aceh, dimana
kepentingan PA untuk mendapat kursi jabatan sedangkan kepentingan identitas
Aceh masyarakat dapat disatukan dan damai.
Kata kunci: Teori Identitas, Teori Elit.
Tidak Tersedia Deskripsi
DINAMIKA POLITIK ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH ACEH DALAM PROSES PENGESAHAN BENDERA BULAN BINTANG SEBAGAI IDENTITAS ACEH (TIARA RAMADHANI, 2015)
ETNONASIONALISME MANTAN ANGGOTA GAM DI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH PERIODE 2009 – 2014 DALAM PERUMUSAN QANUN BENDERA DAN LAMBANG ACEH (Kharinda Rizky, 2018)
PRO DAN KONTRA QANUN NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG BENDERA DAN LAMBANG PROVINSI ACEH (KAJIAN TERHADAP TATA CARA PEMBENTUKAN QANUN) (Rudi Ramadhani, 2015)
KEGAGALAN STRATEGI PARTAI DARUL ACEH DALAM PEROLEHAN KURSI DI DPRA PADA PEMILU 2024 (Miftahul Zikril, 2025)
PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK TERHADAP MASYARAKAT PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK TERHADAP MASYARAKAT PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK TERHADAP MASYARAKAT (TEUKU MUHAMMAD HAFIZ, 2020)