<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166247">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN SELF CONTROL DENGAN JUVENILE DELINQUENCY PADA SISWA SMA DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AYESA AZKA IRWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomena juvenile delinquency pada remaja madya semakin mengkhawatirkan di Banda Aceh, kota yang dikenal religius. Salah satu faktor yang berperan signifikan dalam peningkatan perilaku ini adalah self-control. Remaja dengan self-control tinggi cenderung mampu mengendalikan dorongan negatif saat menghadapi tekanan sosial dan emosional di masa ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-control dan juvenile delinquency pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dan menggunakan teknik stratified random sampling. Sampel terdiri dari 344 siswa SMA berusia 15–18 tahun dari beberapa sekolah di Banda Aceh. Instrumen yang digunakan adalah Self-Reported Delinquency (SRD) oleh Elliott &amp; Ageton (1980) dan Brief Self-Control Scale (BSCS) oleh Tangney et al., (2004). Analisis data dilakukan menggunakan program JASP. Hasil analisis menunjukkan mayoritas siswa (75,58%) tergolong dalam juvenile delinquency tinggi, dan 99,13% berada dalam kategori self-control rendah. Hasil uji korelasi Pearson terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-control dan juvenile delinquency (r = –0,387; p &lt; 0,005). Artinya, semakin tinggi self-control siswa, semakin rendah kecenderungan mereka melakukan perilaku menyimpang. Meskipun menggunakan instrumen valid dan jumlah sampel memadai, penelitian ini tidak mempertimbangkan faktor eksternal seperti keluarga dan teman sebaya. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan self-control sebagai upaya preventif terhadap juvenile delinquency.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166247</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 09:20:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 10:18:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>