<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166233">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT MELINJO (GNETUM GNEMON L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT ANNISA NADHIFAH ADANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman melinjo (Gnetum gnemon L.) diketahui memiliki potensi sebagai antioksidan alami karena kaya akan senyawa polifenol, salah satunya pada bagian kulit melinjo. Senyawa antioksidan digunakan untuk menangkal radikal bebas di dalam tubuh yang dalam jumlah berlebih dapat memicu stres oksidatif dan menimbulkan berbagai penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit melinjo dan mengidentifikasi komponen senyawa pada ekstrak dengan indeks aktivitas antioksidan terkuat secara in-vitro. Ekstrak kulit melinjo diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol dan di fraksinasi secara ekstraksi cair-cair (ECC) dengan pelarut n-heksana dan etil asetat. Skrining fitokimia masing-masing ekstrak dilakukan menggunakan reagen spesifik. Aktivitas antioksidan dari kulit melinjo diuji dengan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan dikategorikan berdasarkan Antioxidant Activity Index (AAI). Identifikasi senyawa pada ekstrak dengan indeks aktivitas terkuat dilakukan menggunakan Gass Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil rendemen pada ekstrak metanol sebanyak 13,7%, ekstrak n-heksana 2,1% dan ekstrak etil asetat 3,5%. Hasil skrining fitokimia pada ekstrak metanol diketahui positif golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan tanin. Pada ekstrak n-heksana diketahui positif golongan senyawa alkaloid, saponin, steroid dan triterpenoid. Pada ekstrak etil asetat diketahui positif golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, triterpenoid dan tanin. Hasil IC50 pengujian antioksidan ekstrak kulit melinjo metanol, n-heksana dan etil asetat secara berturut-turut adalah 53,54 µg/mL; 112,89 µg/mL dan 20,77 µg/mL dengan kategori indeks AAI sedang, lemah dan kuat. Ekstrak etil asetat dengan indeks aktivitas antioksidan terkuat mengasilkan 25 senyawa dengan kelimpahan terbanyak berasal dari senyawa n-Hexadecanoic acid (11,80%), ß-Sitosterol (10,83%), Stigmasta-3,5-diene (6,62%), Hexadecanoic acid-methyl ester (6,06%) dan 1-Heneicosyl formate (5,42%). Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kulit melinjo berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami yang dapat digunakan pada sediaan farmasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166233</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 09:02:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 10:13:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>