<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166227">
 <titleInfo>
  <title>TOKSISITAS KRONIK LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN DETAK JANTUNG LARVA IKAN ZEBRA (DANIO RERIO)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Munawarah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Limbah Cair Kelapa Sawit (LCKS) merupakan tantangan ekologis signifikan karena beban organik yang tinggi dan potensi toksisitasnya terhadap ekosistem perairan. Studi ini meneliti toksisitas kronis LCKS pada ikan zebra (Danio rerio), dengan fokus pada pengaruhnya terhadap detak jantung, Laju Pertumbuhan Spesifik (SGR) dan Laju Pertambahan Panjang Spesifik (SLR). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan: 0 mL/L (perlakuan P1), 0,5 mL/L (10% LC50-96 jam, Perlakuan P2), dan 1 mL/L (20% LC50-96 jam, Perlakuan P3). Hasil menunjukkan penurunan signifikan pada detak jantung dan tidak signifikan pada SGR dan SLR di seluruh perlakuan. SGR menurun dari 4,27%/hari pada perlakuan 1, 2,65%/hari pada Perlakuan 2 dan 2,61%/hari pada Perlakuan 3. Pada nilai SLR meningkat dari 3.37%/hari pada perlakuan P1, 2,78%/hari pada Perlakuan P2 dan 2,52%/hari pada Perlakuan P3. Detak jantung larva ikan zebra pada perlakuan P1 yaitu 163.04 ± 3.48 /menit, perlakuan P2 yaitu 168.34 ± 9.37 /menit dan perlakuan P3 dan 179.97 ± 1.10/menit  Temuan ini menyoroti risiko ekologis LCKS dan pentingnya pengelolaan limbah industri yang lebih baik untuk menjaga kesehatan ekosistem perairan dan pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan.&#13;
Kata kunci: Limbah cair kelapa sawit, toksisitas, ikan zebra (Danio rerio), laju pertumbuhan, detak jantung&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166227</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 08:53:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 10:10:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>