PERBANDINGAN INTENSITAS ESTRUS SAPI LOKALYANG MENGALAMI INDUKSI ESTRUS DENGAN TERAPI TUNGGAL PROSTAGLANDIN DAN TERAPI KOMBINASI PROGESTERON DAN PROSTAGLANDIN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERBANDINGAN INTENSITAS ESTRUS SAPI LOKALYANG MENGALAMI INDUKSI ESTRUS DENGAN TERAPI TUNGGAL PROSTAGLANDIN DAN TERAPI KOMBINASI PROGESTERON DAN PROSTAGLANDIN


Pengarang

Enita Febri Pratiwi S.KH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1402101020062

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase dan intensitas estrus sapi lokal yang diinduksi estrus dengan terapi tunggal prostaglandin dan terapi kombinasi progesteron dan prostaglandin. Dalam penelitian ini digunakan 10 ekor sapi lokal dan dibagi menjadi dua perlakuan, masing-masing terdiri atas 5 ekor sapi. Kelompok I, disinkronisasi berahi menggunakan menggunakan PGF2a sebanyak 5 ml secara intramuskular (LutalyseTM, Pharmacia & Upjohn Company, Pfizer Inc.) dengan pola penyuntikan ganda dengan interval 10 hari, sedangkan Kelompok II disinkronisasi berahi menggunakan CIDR-B (Eazi-BreedTM, InterAg, Hamilton, New Zealand) yang diinsersikan ke dalam vagina selama 7 hari dan diikuti dengan penyuntikan PGF2a 5 ml secara intramuskular (LutalyseTM, Pharmacia & Upjohn Company, Pfizer Inc.) pada hari ke-6 sejak CIDR. Pengamatan estrus sebagai respons sinkronisasi dilaksanakan pada saat inseminasi terjadwal yakni ±24 jam setelah pemberian preparat sinkronisasi terakhir. Sapi dengan tanda-tanda estrus primer dan sekunder seperti standing heat, menaiki sapi lain, gelisah, vulva merah dan bengkak, keluarnya mukus serviks, dan penurunan nafsu makan dilakukan skoring pada skala 0-5. Persentase berahi sapi pada Kelompok I dan II adalah sama yakni 100%, sedangkan intensitas berahi masing-masing adalah 4,2+0,84 dan 4,4+0,90. Dapat disimpulkan bahwa sapi lokal yang diinduksi estrus dengan terapi tunggal prostaglandin dan terapi kombinasi dengan progesteron dan prostaglandin menunjukkan respons dan intensitas berahi yang relatif sama.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK