<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166203">
 <titleInfo>
  <title>DISTRIBUSI SPASIAL KOMUNITAS PLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR DI PERAIRAN UTARA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maghfirah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
.&#13;
Perairan Utara Aceh merupakan wilayah strategis yang mendukung ekosistem laut dan aktivitas perikanan, namun tekanan antropogenik seperti limbah domestik dan aktivitas industri berpotensi menurunkan kualitas air. Plankton, sebagai bioindikator sensitif, dapat mencerminkan kondisi perairan melalui distribusi dan kelimpahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial komunitas plankton sebagai bioindikator kualitas air di Perairan Utara Aceh serta mengidentifikasi hubungannya dengan parameter fisika-kimia perairan. Penelitian dilakukan di 12 stasiun dengan pengambilan sampel plankton dan pengukuran parameter kualitas air seperti suhu, salinitas, pH, DO, TDS, dan kecerahan. Identifikasi plankton dilakukan di laboratorium, sementara analisis spasial dilakukan menggunakan interpolasi kriging dan hubungan antarvariabel dianalisis dengan korelasi Pearson. Hasil menunjukkan ditemukan 20 genus fitoplankton yang didominasi oleh Bacillariophyceae seperti Rhizosolenia sp. dan 4 genus zooplankton, terutama Copepoda dan Rotifera. Kelimpahan tertinggi plankton ditemukan di perairan Lampulo yang diduga disebabkan oleh masukan nutrien dari aktivitas antropogenik. Korelasi signifikan ditemukan antara parameter kualitas air dan plankton, seperti korelasi positif DO dengan fitoplankton (r = 0,53) dan korelasi negatif suhu dengan zooplankton (r = -0,62). Temuan penting lainnya yaitu dominansi Keratella sp. (Rotifera) di perairan laut, yang umumnya ditemukan di perairan payau, serta nilai pH rendah (5,49–6,67) yang tidak lazim untuk perairan laut. Hasil ini menunjukkan pentingnya pemantauan berbasis spasial dalam pengelolaan lingkungan serta perlunya penelitian lanjutan terhadap dampak ekologis pH rendah dan dominansi Rotifera di wilayah ini.&#13;
Kata kunci: spasial, korelasi pearson, tekanan antropogenik, indikator lingkungan,   kualitas air.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166203</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 02:33:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 09:47:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>