<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166201">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI PEMERINTAH DALAM MENGATASI KEMACETAN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NOVERY DITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Strategi pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas yang semakin kompleks membuat kemacetan tidak hanya berdampak pada efisiensi waktu perjalanan, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi, peningkatan polusi udara, dan penurunan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi efektivitas strategi yang telah dan akan diimplementasikan oleh Dinas Perhubungan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banda Aceh dalam mengelola volume lalu lintas dan infrastruktur transportasi. Penelitian ini menggunakan teori straregi dan teori kemacetan lalu lintas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Kota Banda Aceh telah merumuskan beberapa strategi kunci, meliputi penerapan sistem Electronic Road Pricing (ERP) sebagai instrumen manajemen permintaan perjalanan, serta pengembangan Green Transportation yang mencakup peningkatan layanan angkutan massal, penyediaan jalur pedestrian dan pesepeda yang memadai, serta mendorong penggunaan kendaraan listrik. Namun, implementasi strategi ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran untuk pengembangan infrastruktur teknologi seperti Area Traffic Control System (ATCS) dan penambahan unitnya. Selain itu, kurangnya sosialisasi yang efektif menyebabkan minimnya pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan manfaat ATCS, serta belum optimalnya akses informasi lalu lintas bagi pengguna jalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun strategi yang direncanakan memiliki potensi besar, keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antar dinas, komitmen anggaran yang berkelanjutan, strategi komunikasi publik yang lebih masif dan inovatif, serta partisipasi aktif masyarakat. Saran yang dapat diberikan terhadap penelitian ini meliputi pelebaran jalan yang dianggap krusial di titik-titik tertentu, revitalisasi sosialisasi ATCS, bekerja sama dengan pihak swasta dalam pembangunan flyover atau underpass, prioritisasi investasi pada infrastruktur transportasi berkelanjutan, dan eksplorasi model pembiayaan alternatif untuk mendukung pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi dan efisien di Kota Banda Aceh.&#13;
Kata Kunci: Strategi Pemerintah, Kemacetan Lalu Lintas, Area Traffic Control System, Kota Banda Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166201</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 02:12:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 09:46:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>