<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166187">
 <titleInfo>
  <title>KEABSAHAN AKTA JUAL BELI HARTA BERSAMA TANPA PERSETUJUAN ISTRI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Faradilla Syahnaz</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>KEABSAHAN AKTA JUAL BELI HARTA BERSAMA TANPA&#13;
PERSETUJUAN ISTRI &#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
 &#13;
Faradilla Syahnaz&#13;
&#13;
 M. Jafar&#13;
*&#13;
&#13;
Iskandar A. Gani &#13;
**&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan Pasal 36 UU No. 1 Tahun 1974, harta bersama hanya dapat&#13;
dialihkan dengan persetujuan kedua belah pihak. Sengketa diselesaikan melalui&#13;
akta perdamaian, namun memunculkan pertanyaan tentang keabsahan akta jual beli&#13;
yang dibuat tanpa persetujuan istri, Namun, dalam praktiknya, ada PPAT yang&#13;
digugat  akibat akta yang dianggap cacat karena dibuat tanpa persetujuan pihak&#13;
yang berhak. Seperti dalam Putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh No.&#13;
65/Pdt/2020/PT Bna, akta jual beli harta bersama dianggap melanggar hukum&#13;
karena tidak disertai persetujuan istri.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis akibat hukum dari&#13;
akta jual beli atas harta bersama yang dibuat tanpa persetujuan istri, tanggung jawab&#13;
PPAT dalam pembuatan akta jual beli harta bersama tanpa persetujuan istri, dan&#13;
kekuatan hukum serta pelaksanaan eksekusi akta perdamaian yang ditetapkan oleh&#13;
pengadilan.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan&#13;
pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum&#13;
terdiri dari bahan hukum primer, sekunder serta tersier yang diolah, dianalisis&#13;
secara kualitatif.&#13;
 Hasil penelitian Akta jual beli harta bersama tanpa persetujuan istri&#13;
dianggap cacat hukum dan dapat dibatalkan. PPAT yang lalai memastikan&#13;
persetujuan tersebut dapat dimintai tanggung jawab perdata, pidana, dan&#13;
administratif. Akta perdamaian yang disahkan pengadilan memiliki kekuatan&#13;
hukum mengikat dan dapat dieksekusi, sehingga menjadi solusi efektif dalam&#13;
sengketa pertanahan. Pembatalan akta oleh PPAT dapat terjadi karena alasan&#13;
perdata, pidana, atau administratif, dan membawa konsekuensi hukum. Oleh karena&#13;
itu, PPAT wajib bertindak cermat sesuai ketentuan hukum agar terhindar dari sanksi&#13;
dan akta batal demi hukum.&#13;
Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar PPAT memastikan&#13;
persetujuan semua pihak, terutama istri, dalam jual beli harta bersama untuk&#13;
mencegah cacat hukum. BPN perlu meningkatkan pengawasan terhadap PPAT agar&#13;
pembuatan akta sesuai aturan. Para pihak, hakim, dan notaris juga perlu memahami&#13;
dan menerapkan akta perdamaian secara tepat sebagai sarana penyelesaian sengketa&#13;
yang sah, adil, dan memberikan kepastian hukum.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Keabsahan, Akta Jual Beli, Harta Bersama.&#13;
***</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166187</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 01:08:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 09:22:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>