<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166175">
 <titleInfo>
  <title>TRANSFORMASI ARSITEKTUR KOLONIAL PADA PENDOPO BIREUEN PERIODE PEMERINTAHAN KABUPATEN BIREUEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ghina Gheffira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis transformasi arsitektur kolonial pada Pendopo Bireuen sejak awal pembentukannya hingga kondisi eksisting saat ini. Transformasi arsitektur merupakan perubahan bentuk, tata ruang, dan ornamen bangunan yang terjadi seiring waktu akibat pengaruh sosial, budaya, dan fungsional. Pendopo Bireuen merupakan peninggalan arsitektur kolonial yang memiliki nilai historis dan menjadi bagian penting dalam perkembangan struktur pemerintahan lokal. Mengikuti perkembangan zaman, maka tidak luput terjadinya perubahan pada Pendopo Bireuen yang memiliki ciri-ciri khas bangunan kolonial (1) bentuk bangunan simetris, (2) material yang didominasi kayu, (3) area servis terpisah dengan bangunan utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, memfokuskan pada elemen-elemen arsitektural yang meliputi aspek spasial, bentuk, dan ornamen.&#13;
Penelitian menunjukkan bahwa transformasi yang terjadi bersifat aditif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman, tanpa menghilangkan karakter utama kolonial yang melekat. Perubahan bentuk pada fasad dan penambahan ruang bersifat moderat, dengan tetap mempertahankan unsur simetri dan material asli seperti atap limasan dan penggunaan tiang kayu. Ornamen mengalami penyederhanaan, namun motif lokal mulai muncul sebagai respon terhadap konteks budaya lokal. Transformasi ruang menunjukkan adanya penyesuaian fungsi dari ruang privat menjadi ruang publik dan representatif. Dengan demikian, transformasi Pendopo Bireuen mencerminkan proses pelestarian secara tidak langsung melalui keberlanjutan fungsi pemerintahan yang melekat pada bangunan tersebut.&#13;
Kata Kunci: transformasi arsitektur, arsitektur kolonial, Pendopo Bireuen</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COLONIAL ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>724.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166175</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 00:13:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-04 15:22:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>