<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166141">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KEBUTUHAN AKAN INFORMASI TERHADAP INTENSITAS PENGGUNAAN HYPERTEXTUALITY DI TIKTOK PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur azizah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO) bersama Katadata Insigth Centre (KIC) yang berjudul “Status Literasi Digital di Indonesia 2022,” bahwa dalam kurun waktu 3 tahun (2020, 2021, 2022) media sosial menjadi sumber informasi utama bagi 72,6% responden. Sebanyak 40% Gen Z menjadikan TikTok  sebagai  media untuk mencari  informasi. Dengan adanya hypertextual di kolom komentar, membantu pengguna untuk mengikuti pembahasan yang ada pada konten TikTok, maupun pembahasan yang dibicarakan di kolom komentar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kebutuhan akan informasi terhadap intensitas penggunaan hypertextuality di TikTok pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah uses and gratification theory, yang berasumsi bahwa setiap penggunaan suatu media didasari oleh motivasi atau alasan dalam penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif. Teknik pengumpulan data dengan survei dalam bentuk kuisioner yang dibagikan secara daring. Sampel pada penelitian ini berjumlah 155 orang yang dipilih berdasarkan quota sampling dengan kriteria mahasiswa S1 Universitas Syiah Kuala, memiliki aplikasi TikTok, dan pernah mencari informasi di TikTok. Analisis data menggunakan uji referensi linear sederhana dengan bantuan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan thitung 11,617 &gt; ttabel 1,654 dan nilai  R2 0,458, maka disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, serta kebutuhan akan informasi mempengaruhi intensitas penggunaan hypertextuality di TikTok sebesar 45,8%. Hasil uji koefisien regresi menunjukkan b = 0,657 dan bernilai positif. Maka dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa kebutuhan akan informasi berpengaruh positif pada intensitas penggunaan hypertextuality, sehingga semakin besar kebutuhan akan informasi maka semakin tinggi intensitas penggunaan hypertextuality di TikTok pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Hypertextuality, Kebutuhan Akan Informasi, Intensitas Penggunaan, Mahasiswa, TikTok&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166141</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 22:29:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 10:24:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>