<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166113">
 <titleInfo>
  <title>VARIASI WAKTU PERENDAMAN TULANG TUNA (THUNNUS ALBACARES) TERHADAP JUMLAH KOLAGEN YANG DIHASILKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sahra Apriani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kolagen merupakan salah satu jenis protein fibril yang memiliki sifat fisiologis khas &#13;
dan banyak ditemukan pada jaringan ikat seperti kulit, tendon, tulang, dan tulang &#13;
rawan. Dalam penelitian ini, kolagen diekstraksi dari tulang ikan tuna (Thunnus &#13;
albacares) dengan tujuan untuk mengetahui jumlah kolagen yang dihasilkan pada &#13;
waktu perendaman berbeda serta mengetahui karakteristik fisikokimianya.Proses &#13;
preparasi dan ekstraksi dilakukan di Laboratorium Kimia Laut FKP Universitas &#13;
Syiah Kuala, sementara uji karakterisasi dilakukan di beberapa laboratorium, &#13;
termasuk Politeknik Negeri Lhokseumawe dan Universitas Sumatera Utara. Variasi &#13;
waktu perendaman yang digunakan adalah 24, 48, 72, dan 96 jam. Hasil &#13;
menunjukkan bahwa perendaman selama 72 jam memberikan rendemen tertinggi &#13;
sebesar 3,64%, dibandingkan 96 jam yang hanya menghasilkan 3,4%. Analisis &#13;
proksimat menunjukkan komposisi terbaik pada kolagen tulang tuna yaitu kadar air &#13;
3,8%, protein 86,2%, lemak 0,2%, dan abu 1,2%, yang sesuai dengan Standar &#13;
Nasional Indonesia (SNI). Analisis gugus fungsi menggunakan FTIR menunjukkan &#13;
keberadaan gugus khas kolagen, seperti Amida A (3.285 cm⁻¹), Amida B (2.870 &#13;
cm⁻¹), Amida I (1.652 cm⁻¹), Amida II (1.530 cm⁻¹), dan Amida III (1.241 cm⁻¹). &#13;
Sementara itu, hasil morfologi permukaan melalui SEM menunjukkan struktur &#13;
kolagen berbentuk lembaran yang terdiri dari fibril dan serat, membentuk jaringan &#13;
padat. &#13;
Kata kunci: kolagen, tulang ikan tuna, ekstraksi, SEM, FTIR</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166113</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 21:39:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 10:14:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>