<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166089">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KANDUNGAN LOGAM PB PADA SEDIMEN DAN KEONG (NERITINA VARIEGATA) DI KAWASAN PELABUHAN PERIKANAN MEUREUDU, KABUPATEN PIDIE JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maisyaroh Rangkuti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan penelitian mengenai kandungan logam berat timbal (Pb) pada sedimen dan keong Neritina variegata di Pelabuhan Perikanan Meureudu, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan timbal dalam sedimen dan jaringan keong serta hubungannya dengan karakteristik sedimen dan morfometri keong. Sampel diambil dari tiga stasiun berbeda pada Februari 2025 menggunakan metode purposive sampling dengan alat pipa paralon sepanjang 10 cm dan diameter 2,5 inci. Analisis kandungan timbal dilakukan menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) di Laboratorium Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala. Hasil penelitian menunjukkan kandungan timbal pada sedimen berkisar antara 0,422–1,088 mg/kg, masih berada di bawah ambang batas US-EPA (2004) sebesar 47,58 mg/kg, sehingga tergolong belum mencemari sedimen. Kandungan timbal dalam jaringan keong berkisar antara 0,044–0,751 mg/kg, juga masih di bawah ambang batas SNI 7387:2009 untuk hasil laut yang aman dikonsumsi sebesar 1,5 mg/kg berat basah. Meskipun demikian, hasil ini menunjukkan bahwa N. variegata tetap mampu mengakumulasi logam berat dari lingkungan. Analisis tekstur sedimen menunjukkan dominasi pasir halus pada Stasiun 1 dan 3, serta pasir kasar di Stasiun 2, yang memengaruhi kemampuan pengikatan logam berat. Morfometri keong bervariasi antar stasiun, dengan Stasiun 3 memiliki ukuran keong terbesar, sedangkan Stasiun 2 menunjukkan ukuran lebih kecil dan seragam. Variasi ukuran ini berkorelasi dengan karakteristik sedimen dan kandungan timbal di masing-masing lokasi.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Kadar logam, atomic absorption spectrophotometer (AAS), sedimen, keong, timbal.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166089</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 20:34:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 10:05:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>