<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166029">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN DAN KOMPETENSI PROFESIONAL TERHADAP PENINGKATAN MUTU GURU SEJARAH DI SEKOLAH   MENENGAH ATAS NEGERI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zulkifli</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana (S3)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
Peningkatan mutu pendidikan bergantung pada peran guru sebagai ujung tombak pembelajaran. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) berfungsi sebagai wadah strategis untuk mendukung pengembangan profesionalisme guru, khususnya melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan inovasi pembelajaran. Namun, rendahnya partisipasi guru dan keterbatasan sumber daya sering kali menjadi hambatan dalam penguatan mutu guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel MGMP dan variabel kompetensi profesional guru terhadap peningkatan mutu guru sejarah di SMA Negeri Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 30 guru sejarah sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan variabel penelitian, serta inferensial dengan analisis regresi untuk mengevaluasi hubungan antara MGMP, kompetensi profesional , dan mutu Guru .&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa MGMP adalah variabel yang sangat mempengaruhi mutu  guru,dengan koofisien sebesar 0.183. Kompetensi profesional juga mempengaruhi mutu guru dengan koofisien sebesar 0.174. Sedangkan  hubungan yang signifikan ditemukan antara  MGMP dan kompetensi profesional dapat mempengaruhi mutu guru sejarah sebesar 41.36, masih ada 58,64 % lagi variabel lain yang mempengaruhi mutu guru sejarah.Penelitian ini lebih memfokuskan pada dua variabel indenpeden yaitu MGMP dan Kompetensi Profesional  sedangkan penelitian sebelumnya fokus pada satu variabel saja baik itu tentang MGMP maupun hanya tentang kompentesi profesional.Model pelaksanaan MGMP kedepan dengan penekanan pada penguatan program MGMP,mendatangkan nara sumber ahli/unsur akademisi serta penjadwalan pada pagi hari.Untuk peneliti selanjutnya dapat menganalisis dengan penambahan variabel lain dan dapat dilakukan juga dengan perluasan cakupan geografis yang mencakup lebih banyak sekolah di kabupaten/kota yang lain dengan karakteristik budaya,ekonomi, dan lingkungan yang berbeda.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166029</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 17:39:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 23:54:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>