<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165989">
 <titleInfo>
  <title>KONEKTIVITAS POPULASI GURITA (OCTOPUS CYANEA) DI PERAIRAN SUMATRA BAGIAN UTARA MELALUI PENDEKATAN MOLEKULER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>INTANIA MOULA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pulau Sumatera merupakan salah satu pulau besar di Indonesia yang dikelilingi oleh berbagai pulau seperti Pulau Nias, Kepulauan Banyak, Pulau Simeulue, Pulau Weh, dan Pulo Aceh. Gurita adalah biota yang termasuk dalam filum Moluska kelas Cephalopoda, hewan yang bertubuh lunak memiliki kaki dikepala. Gurita umumnya memiliki delapan lengan yang melekat pada kepala, mempunyai mulut berbentuk paruh, memiliki dua baris pengisap di bawah masing masing lengan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konektivitas populasi dan keragaman genetik serta mengidentifikasi morfologi gurita Octopus cyanea di sepanjang bentang pulau-pulau Sumatera bagian utara. Penelitian dilakukan dari September hingga Juni 2025, dengan pengambilan sampel di lima lokasi Pulau Nias, Kepulauan Banyak, Pulau Simeulue, Pulau Weh, dan Pulo Aceh. Sebanyak 24 sekuen berhasil diperoleh dan dianalisis. Hasil pohon filogenetik yang dikombinasikan dengan data dari GenBank (populasi Bali dan Semarang) menunjukkan keterkaitan antar populasi melalui clade yang saling tergabung, mengindikasikan penyebaran larva akibat arus laut. Keragaman haplotipe (Hd) tertinggi ditemukan di Kepulauan Banyak (0,751), sedangkan nilai Fst sebesar 0,19 mengindikasikan hubungan kekerabatan yang masih dekat antar populasi. Terdapat enam haplotipe dari empat populasi, pada Pulo Aceh, Kepulauan Banyak, dan Pulau Nias memiliki haplotipe yang sama, akibat penyebaran larva oleh arus laut. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengelolaan berbasis spesies untuk Octopus cyanea di perairan Sumatera bagian utara.&#13;
Kata kunci: Sumatera bagian utara, gurita, Octopus cyanea, haplotipe, penyebaran larva&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165989</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 16:32:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 21:29:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>