<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165987">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MIKROPLASTIK PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN DEMERSAL YANG DITANGKAP PADA PERAIRAN UTARA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SHINDARI ALCI LUSIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang berasal dari pemecahan plastik besar atau diproduksi dalam bent uk kecil untuk berbagai keperluan, seperti kosmetik dan tekstil. Pencemaran mikroplastik di perairan memiliki dampak signifikan, termasuk pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan ikan. Mikroplastik dapat terakumulasi dalam saluran pencernaan ikan demersal, mengganggu metabolisme dan kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan mikroplastik pada tiga spesies ikan demersal di Perairan Utara Aceh, yaitu ikan sebelah (Psettodes erumei), ikan lidah (Cynoglossus lingua), dan ikan kakap merah (Lutjanus gibbus). Sampel dianalisis secara menggunakan mikroskop (zeein) untuk mendeteksi mikroplastik dalam saluran pencernaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel ikan terkontaminasi mikroplastik dengan prevalensi mencapai 100%. Ikan lidah menunjukkan kelimpahan dan intensitas tertinggi yaitu 6,07 dan 5,13 partikel/individu, sedangkan ikan sebelah dan ikan kakap merah memiliki nilai yang lebih rendah. Mikroplastik yang ditemukan terdiri dari tiga jenis, yaitu fiber, fragmen, dan film, dengan dominasi tipe fiber sebesar 46%. Perbedaan kelimpahan antar spesies dipengaruhi oleh habitat, pola makan, dan interaksi dengan sedimen dasar perairan. Temuan ini menunjukkan bahwa mikroplastik telah menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut dan berpotensi membahayakan manusia melalui rantai makanan, sehingga diperlukan pengelolaan limbah plastik yang lebih baik untuk menjaga kesehatan lingkungan perairan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165987</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 16:30:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 21:27:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>