<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165977">
 <titleInfo>
  <title>ASSESSING COASTAL COMMUNITY RESILIENCE AND DEVELOPING STRATEGIES FOR ENHANCEMENT:</title>
  <subTitle>A CASE STUDY OF GAMPONG PANDE, BANDA ACEH, INDONESIA</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tibyan Asyukri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Megister Ilmu Kebencanaan</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masyarakat pesisir semakin rentan terhadap risiko bencana akibat keterbatasan infrastruktur, tekanan lingkungan, dan tantangan sosial ekonomi. Penelitian ini menilai ketahanan Gampong Pande, sebuah desa pesisir di Banda Aceh, Indonesia, serta mengembangkan strategi untuk penguatannya dengan menggunakan Framework for Community Resilience (FCR) dari IFRC. Penelitian kualitatif dengan pendekatan partisipatif digunakan melalui wawancara semi-terstruktur yang mendalam dengan 10 informan dari masyarakat serta focus group discussion (FGD) yang melibatkan 13 peserta dari 10 lembaga pemangku kepentingan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan pada aspek ketahanan pangan dan kohesi sosial, namun tantangan signifikan masih ada dalam kesiapsiagaan evakuasi, akses layanan kesehatan darurat, pasokan air yang tidak konsisten, diversifikasi mata pencaharian yang terbatas, serta pengelolaan sumber daya alam. Kesenjangan koordinasi antara kebutuhan masyarakat dan program kelembagaan, serta keterlibatan kelompok rentan yang masih terbatas dalam perencanaan, menjadi hambatan dalam membangun ketahanan lokal. Penelitian ini mengusulkan strategi seperti perencanaan kesiapsiagaan berbasis masyarakat, pembangunan gedung evakuasi khusus, peningkatan akses air bersih dan layanan kesehatan darurat, partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam proses perencanaan, serta penguatan kolaborasi dengan lembaga eksternal. Studi ini memberikan kontribusi praktis dan teoritis dalam membangun ketahanan yang kontekstual di komunitas pesisir perkotaan.&#13;
&#13;
Kata kunci: ketahanan masyarakat, desa pesisir, kerangka IFRC, kesiapsiagaan bencana, penelitian partisipatif, Banda Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165977</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 16:22:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-29 15:27:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>