<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165965">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN TRIPLE HELIX DALAM PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PERTAMBANGAN EMAS DI KRUENG WOYLA KABUPATEN ACEH BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MEUTIA PUTRI MAULANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Penelitian ini dilandasi oleh meningkatnya aktivitas penambangan emas, baik legal maupun ilegal, yang menyebabkan kerusakan lingkungan serius seperti pencemaran air sungai dan terganggunya ekosistem lokal. Pendekatan Triple Helix dipilih karena menawarkan kerangka kolaboratif antar aktor strategis dalam menciptakan solusi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model Triple Helix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dan industri dalam pengendalian kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan emas di Krueng Woyla, Kabupaten Aceh Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Triple Helix yang dikemukakan oleh Etzkowitz dan Leydesdorff. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang belum mencerminkan penerapan model Triple Helix secara utuh, karena keterlibatan antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha masih belum terintegrasi secara sinergis.Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup aktif dalam pengawasan dan edukasi lingkungan, perguruan tinggi berkontribusi melalui riset dan kritik akademik terhadap dampak pertambangan, serta perusahaan mulai menunjukkan tanggung jawab dengan melakukan langkah awal mitigasi. Namun, implementasi model ini masih terkendala oleh lemahnya koordinasi dan komunikasi antar aktor, rendahnya kesadaran lingkungan dari industri, serta belum optimalnya peran akademisi dalam mengintegrasikan hasil riset ke dalam kebijakan konkret. Hambatan kurangnya koordinasi antar sektor, ini menyebabkan kolaborasi Triple Helix belum berjalan secara efektif dan menyeluruh dalam pengendalian kerusakan lingkungan. Adapun rekomendasi agar penerapan Triple Helix ini berjalan dengan baik maka pemerintah harus berperan aktif dalam mendorong forum kolaboratif serta memperketat pengawasan terhadap tambang ilegal, kemudian akademisi diharapkan lebih aktif dalam riset terapan dan pengabdian masyarakat yang mendukung pengendalian kerusakan lingkungan, serta industri wajib kemitraan berkelanjutan dengan perguruan tinggi untuk inovasi ramah lingkungan.&#13;
Kata Kunci: Triple Helix, kerusakan lingkungan, pertambangan emas, Aceh Barat&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165965</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 16:16:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 21:18:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>