<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165933">
 <titleInfo>
  <title>DAMPAK DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Ahmad Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan   penelitian   adalah   untuk   mengetahui   dampak   desentralisasi   fiskal terhadap pertumbuhan  ekonomi di Provinsi Aceh atau lebih khusus pengaruh dana bagi hasil pajak  dan bukan pajak, DAU, DAK dan kebijakan desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan  ekonomi.  Data  yang digunakan  adalah  data kurun  waktu  tahunan  dari tahun  1993-2009. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dengan formulasi trend. Hasil analisis dapat  dikemukakan  bahwa trend perkembangan penerimaan dana bagi basil pajak dan bukan pajak di Provinsi Aceh sebelum era desentralisasi  yaitu  tahun  1993-2000 relatif  meningkat  bersamaan  dengan meningkatnya    pertumbuhan    ekonomi,    namun   dengan   adanya   kebijakan   dana perimbangan pasca desentralisasi fiskal menyebabkan dana bagi hasil pajak dan bukan pajak  yang diterima  Provinsi Aceh cendrung meningkat  secara signifikan di banding pertumbuhan  ekonomi  yang tumbuh konstan. Namun dibanding dana bagi hasil pajak, penerimaan   dana   bagi   basil   bukan   pajak   relatif   berfluktuasi.   Kemudian   trend perkembangan  dana bantuan dan sumbangan  pemerintah pusat dalam bentuk DAU dan DAK  baik  sebelum  dan  sesudah  desentralisasi  fiskal  relatif berfluktuasi  di  banding trend pertumbuhan ekonomi yang tumbuh konstan.&#13;
&#13;
Kata Kunci   :  Dana Bagi Hasil, DAK, DAU dan Pertumbuhan Ekonomi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ECONOMIC GROWTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FISCAL POLICY - MACROECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>338.9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165933</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 16:02:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-12 10:12:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>