<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165891">
 <titleInfo>
  <title>PETA SEBARAN DAN TATA GUNA LAHAN MANGROVE BAGIAN BARAT PULAU WEH, KOTA SABANG MENGGUNAKAN SENTINEL-2A</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DIRZA TRIWANDA SARAGIH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis perubahan tutupan lahan mangrove di wilayah barat Pulau Weh, Kota Sabang, Provinsi Aceh, pada tahun 2018, 2021, dan 2024. Metode yang digunakan adalah penginderaan jauh dengan citra satelit Sentinel-2A beresolusi spasial 10 meter. Data citra yang digunakan memiliki tingkat tutupan awan kurang dari 10%, diunduh dari platform copernicus. Klasifikasi citra dilakukan secara terarah (supervised) menggunakan algoritma maximum likelihood classification (MLC) melalui perangkat lunak ArcMap 10.8. Tutupan lahan dikategorikan ke dalam empat kelas utama: mangrove, vegetasi non-mangrove, perairan, dan bangunan/lahan terbuka. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas mangrove mengalami fluktuasi: meningkat dari 41,64 ha (2018) menjadi 50,52 ha (2021), lalu menurun menjadi 45,96 ha (2024). Peningkatan pada periode awal diperkirakan akibat program rehabilitasi dan restorasi, sementara penurunan berikutnya diduga disebabkan oleh alih fungsi lahan serta tekanan aktivitas manusia. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemanfaatan citra satelit multitemporal untuk memantau dinamika ekosistem secara berkala, khususnya di kawasan pesisir. Informasi yang diperoleh dapat mendukung perencanaan wilayah berkelanjutan, konservasi mangrove, serta perumusan kebijakan lingkungan berbasis data spasial.&#13;
Kata kunci: mangrove, sentinel-2A, klasifikasi maksimum likelihood, tutupan lahan,    &#13;
 	         Pulau Weh, ArcMap 10.8.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165891</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 15:34:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 16:09:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>