<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165887">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KETINGGIAN LOKASI DAN SUHU ROASTING TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) DENGAN SISTEM AGROFORESTRY</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANGGI ANGRAINI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi arabika merupakan jenis kopi tradisional yang memiliki citarasa tinggi dan kadar kafein lebih rendah dibanding kopi robusta. Lokasi tumbuh dan ketinggian tempat tumbuh kopi arabika dengan sistem agroforestry akan berpengaruh terhadap mutu dan kualitas kopi yang dihasilkan. Suhu roasting juga diketahui berpengaruh pada sifat kimia dan organoleptik kopi arabika yang dihasilkan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik mutu fisik, kimia dan organoleptik kopi arabika (Coffea arabika) berdasarkan perbedaan ketinggian lokasi tumbuh dan suhu roasting dengan sistem agroferestry yang berasal dari Desa Bah. Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 2 (dua) taraf yaitu ketinggian lokasi tumbuh 1246 mdpl (K1) dan ketinggian lokasi 1580 mdpl (K2). Faktor kedua yaitu suhu roasting kopi terdiri dari 3 (tiga) taraf perlakuan T1 = 190oC selama 14 menit, T2 = 205oC selama 15 menit, dan T3= 217oC selama 13 menit. Analisis yang dilakukan pada green bean yaitu persentase trase, jumlah biji cacat, ukuran biji, kadar air, dan kadar abu. Analisis roasted bean yaitu analisis kealkalian abu, total senyawa fenolik, kadar kafein, senyawa antioksidan IC50 dan uji Organoleptik menggunakan uji hedonik dan deskriptif. Hasil penelitian menghasilkan Jumlah biji cacat kopi di ketinggian 1246 mdpl</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165887</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 15:32:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 20:39:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>