Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN MIKROZONASI WILAYAH PIDIE JAYA BERDASARKAN KERENTANAN SEISMIK RNDAN KEKERASAN BATUAN
Pengarang
AFDILLA RAMADHANI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Muksin - 197406252000121001 - Dosen Pembimbing I
Zul Fadhli - 198604192019031007 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2104107010019
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang rawan terhadap aktivitas seismik akibat keberadaannya dekat dengan zona sesar aktif. Wilayah ini berpotensi tinggi terhadap bahaya gempa bumi yang dapat menimbulkan kerusakan signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan seismik dan karakteristik batuan di Kabupaten Pidie Jaya dengan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) berdasarkan data mikrotremor. Akuisisi data dilakukan di 28 titik pengukuran yang tersebar di enam kecamatan dengan jarak 2 - 4 km menggunakan seismometer broadband dan durasi perekaman 30 - 40 menit per titik. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Geopsy untuk memperoleh parameter frekuensi dominan (f₀), faktor amplifikasi (A₀), dan indeks kerentanan seismik (Kg). Selanjutnya, dilakukan proses inversi menggunakan software Dinver untuk memperoleh kecepatan gelombang geser hingga kedalaman 30 meter (Vs30). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai f₀ berada dalam rentang 0,48–16,3 Hz, A₀ antara 0,56–6,77, dan indeks kerentanan seismik (Kg) berkisar antara 0,03–93,50 dengan sebaran nilai tinggi terdapat di Kecamatan Ulim dan Meurah Dua yang berkaitan dengan sedimen lunak dan tebal. Nilai Vs30 diperoleh dalam kisaran 239,22–2428,31 m/s yang diklasifikasikan menjadi tanah lunak hingga batuan keras berdasarkan SNI 1726:2019. Pemetaan parameter dilakukan dengan metode interpolasi IDW menggunakan ArcGIS. Analisis korelasi antara nilai Kg dan Vs30 menunjukkan hubungan yang berbanding terbalik, di mana wilayah dengan nilai Vs30 rendah cenderung memiliki nilai Kg yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa lapisan tanah yang lunak dan tebal lebih rentan terhadap penguatan gelombang seismik saat terjadi gempa bumi.
Kata kunci: Mikrotremor, HVSR, Frekuensi Dominan, Amplifikasi, Kerentanan Seismik, Kecepatan Gelombang Geser, Mikrozonasi
Pidie Jaya Regency is one of the regions in Aceh Province that is prone to seismic activity due to its location near an active fault zone. This area has a high potential for earthquake hazards that can cause significant damage. This study aims to analyze the seismic vulnerability level and rock characteristics in Pidie Jaya Regency using the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method based on microtremor data. Data acquisition was conducted at 28 measurement points spread across six sub-districts at 2–4 km intervals using broadband seismometers, with a recording duration of 30–40 minutes per point. The analysis was performed using Geopsy software to obtain dominant frequency (f₀), amplification factor (A₀), and seismic vulnerability index (Kg) parameters. Furthermore, inversion was carried out using Dinver software to obtain shear wave velocity up to a depth of 30 meters (Vs30). The results show that f₀ values range from 0.48–16.3 Hz, A₀ values range from 0.56–6.77, and the seismic vulnerability index (Kg) ranges from 0.03–93.50, with higher values concentrated in Ulim and Meurah Dua sub-districts, which are associated with thick and soft sediments. The Vs30 values range from 239.22–2428.31 m/s, classified from soft soil to hard rock according to SNI 1726:2019. Parameter mapping was carried out using the IDW interpolation method with ArcGIS. Correlation analysis between Kg and Vs30 values shows an inverse relationship, where areas with lower Vs30 tend to have higher Kg values. This indicates that soft and thick soil layers are more susceptible to seismic wave amplification during an earthquake. Keywords: Microtremor, HVSR, Dominant Frequency, Amplification, Seismic Vulnerability, Shear Wave Velocity, Microzonation
ANALISIS KERENTANAN SEISMIK BERDASARKAN DATA MIKROTREMOR DI KECAMATAN MESJID RAYA, ACEH BESAR (Yuni Putri Tarniati, 2021)
MIKROZONASI WILAYAH MAJALENGKA MENGGUNAKAN INTEGRASI DATA MIKROTREMOR DAN VS30 UNTUK MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI (Ennita Riana, 2018)
ANALISIS INDEKS KERENTANAN SEISMIK BERDASARKAN DATA MIKROTREMOR MENGGUNAKAN METODE HORIZONTAL TO VERTICAL SPECTRAL RATIO (HVSR) DI WILAYAH TARUTUNG (Nurul Mualisa, 2024)
KAJIAN KERENTANAN SEISMIK DAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DI WILAYAH ACEH TENGGARA BERDASARKAN DATA GELOMBANG MIKRO (WIWIK AYU NINGSIH, 2019)
PENENTUAN KERENTANAN SEISMIK MENGGUNAKAN METODE HORIZONTAL TO VERTICAL SPECTRAL RATIO (HVSR) DI WILAYAH KABUPATEN ACEH TENGGARA (Sumardi, 2022)