KOMUNIKASI PERSUASIF PETUGAS LAPAS DALAM PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KOMUNIKASI PERSUASIF PETUGAS LAPAS DALAM PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BIREUEN


Pengarang

MUHAMMAD GHOZY - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zakirah Azman - 198801122016072101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1810102010040

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Komunikasi persuasif merupakan salah satu bentuk komunikasi efektif yang digunakan untuk mempengaruhi pemikiran, sikap, dan perilaku seseorang. Dalam konteks lembaga pemasyarakatan, komunikasi persuasif memiliki peran penting dalam membina narapidana agar dapat berubah menjadi individu yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi, kendala, dan dampak komunikasi persuasif yang diterapkan oleh petugas Lapas Kelas IIB Bireuen dalam proses pembinaan warga binaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi persuasif yang digunakan meliputi pendekatan emosional (membangun hubungan interpersonal dan memberikan motivasi), rasional (penyampaian informasi logis dan manfaat pembinaan), dan partisipatif (melibatkan warga binaan dalam kegiatan pembinaan). Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya konsistensi dalam penerapan strategi komunikasi, perbedaan karakter narapidana, tingkat resistensi terhadap pembinaan, serta keterbatasan media komunikasi. Dampak dari komunikasi persuasif terlihat dari meningkatnya kepatuhan terhadap aturan, partisipasi dalam kegiatan produktif, serta perubahan sikap dan perilaku warga binaan menjadi lebih positif. Dengan demikian, komunikasi persuasif terbukti memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung keberhasilan program pembinaan di Lapas Kelas IIB Bireuen.

Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, Pembinaan Narapidana, Lapas, Perubahan Sikap, Lapas Bireuen

Persuasive communication is a form of effective communication used to influence an individual's thoughts, attitudes, and behaviors. In the context of correctional institutions, persuasive communication plays a vital role in rehabilitating inmates, helping them become better individuals who are ready to reintegrate into society. This study aims to examine the patterns, challenges, and impacts of persuasive communication applied by correctional officers at Class IIB Bireuen Prison in the process of inmate rehabilitation. The research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The results show that the patterns of persuasive communication used involve emotional (building interpersonal relationships and providing motivation), rational (conveying logical information and the benefits of rehabilitation), and participatory approaches (engaging inmates in rehabilitation activities). The challenges faced include a lack of consistency in applying adaptive communication strategies, diverse inmate characteristics, resistance to rehabilitation, and limited communication media. The impact of persuasive communication is evident in increased compliance with prison regulations, greater participation in productive activities, and positive changes in inmate attitudes and behavior. Thus, persuasive communication significantly contributes to the success of rehabilitation programs at Class IIB Bireuen Prison. Keywords: Persuasive Communication, Inmate Rehabilitation, Correctional Facility, Behavioral Change, Bireuen Prison

Citation



    SERVICES DESK