<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165869">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI PERSUASIF PETUGAS LAPAS DALAM PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BIREUEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD GHOZY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Komunikasi persuasif merupakan salah satu bentuk komunikasi efektif yang digunakan untuk mempengaruhi pemikiran, sikap, dan perilaku seseorang. Dalam konteks lembaga pemasyarakatan, komunikasi persuasif memiliki peran penting dalam membina narapidana agar dapat berubah menjadi individu yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi, kendala, dan dampak komunikasi persuasif yang diterapkan oleh petugas Lapas Kelas IIB Bireuen dalam proses pembinaan warga binaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi persuasif yang digunakan meliputi pendekatan emosional (membangun hubungan interpersonal dan memberikan motivasi), rasional (penyampaian informasi logis dan manfaat pembinaan), dan partisipatif (melibatkan warga binaan dalam kegiatan pembinaan). Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya konsistensi dalam penerapan strategi komunikasi, perbedaan karakter narapidana, tingkat resistensi terhadap pembinaan, serta keterbatasan media komunikasi. Dampak dari komunikasi persuasif terlihat dari meningkatnya kepatuhan terhadap aturan, partisipasi dalam kegiatan produktif, serta perubahan sikap dan perilaku warga binaan menjadi lebih positif. Dengan demikian, komunikasi persuasif terbukti memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung keberhasilan program pembinaan di Lapas Kelas IIB Bireuen.&#13;
&#13;
Kata Kunci: 	Komunikasi Persuasif, Pembinaan Narapidana, Lapas, Perubahan Sikap, Lapas Bireuen</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165869</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 15:18:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 15:56:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>