<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165861">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERILAKU PROSOSIAL TERHADAP SLACKTIVISM DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAUDHATUL NADYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku prososial terhadap slacktivism di kalangan mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Perilaku prososial merujuk pada tindakan sukarela untuk membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan, sedangkan slacktivism menggambarkan bentuk aktivisme minimal di media sosial seperti menyukai, membagikan, atau mengomentari konten sosial tanpa keterlibatan langsung. Fenomena slacktivism banyak ditemukan di kalangan mahasiswa Indonesia sebagai bentuk kepedulian yang dinyatakan secara digital. Melalui uji t diperoleh hasil signifikan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel (8,55 &gt; 1,660), serta nilai koefisien determinasi sebesar 42,8%, yang menunjukkan bahwa perilaku prososial berpengaruh terhadap slacktivism sebesar 42,8%. Temuan ini diperkuat dengan data partisipasi digital, di mana aktivitas seperti memberi &quot;like&quot; (28%) dan membagikan konten (22%) menjadi bentuk slacktivism paling dominan. Isu-isu yang paling sering diangkat oleh mahasiswa di media sosial adalah politik dan kebijakan pemerintah (28%), kesehatan dan kebersihan (22%), serta kemiskinan dan bantuan sosial (16%). Hasil ini sejalan dengan teori Participatory Culture yang menekankan peran aktif individu dalam budaya digital melalui berbagai bentuk keterlibatan online. Penelitian ini menyimpulkan bahwa slacktivism, meskipun bersifat ringan, merupakan bagian dari keterlibatan sosial digital yang dipengaruhi oleh nilai-nilai prososial mahasiswa.&#13;
Kata kunci: perilaku prososial, slacktivism, mahasiswa, media sosial, participatory culture&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165861</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 15:13:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 15:52:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>