<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165855">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN AREA MANGROVE DI PULAU WEH, KOTA SABANG MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-2A</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ADITYA ISWANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran dan menganalisis perubahan tutupan mangrove di Pulau Weh, Kota Sabang, menggunakan citra satelit Sentinel-2A pada dua periode, yaitu tahun 2019 dan 2023. Sebanyak 11 lokasi area mangrove ditetapkan sebagai objek penelitian berdasarkan hasil digitasi manual dan verifikasi lapangan. Metode yang digunakan menggabungkan indeks vegetasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan NDWI (Normalized Difference Water Index), yang kemudian diklasifikasikan secara logika biner untuk membedakan antara piksel mangrove (nilai 1) dan non-mangrove (nilai 0). Proses klasifikasi dilakukan secara terpisah untuk masing-masing tahun, kemudian dianalisis menggunakan metode raster calculator dan zonal histogram di ArcMap 10.8 untuk mengidentifikasi tiga kategori perubahan: kehilangan mangrove (–1), tetap mangrove (0), dan pertambahan mangrove (+1). Hasil analisis menunjukkan peningkatan luas mangrove sebesar +3,51 hektar dalam kurun waktu 2019–2023, dengan laju perubahan 0,68 ha/tahun. Pertambahan terbesar terjadi di lokasi 09 (Desa Iboih) sebesar +1,62 ha, sedangkan penurunan terbesar terjadi di lokasi 10 (Desa Batee Shoek) sebesar –0,03 ha. Luasan mangrove tertinggi pada 2023 tercatat di lokasi 09 seluas 42,79 ha. Lokasi lainnya menunjukkan perubahan yang tidak signifikan, mencerminkan kondisi ekosistem yang relatif stabil. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan citra Sentinel-2A efektif dalam memantau perubahan tutupan mangrove secara spasial dan temporal, serta berpotensi mendukung perencanaan konservasi dan pengelolaan sumber daya pesisir berbasis bukti ilmiah. &#13;
Kata kunci : mangrove, Pulau Weh, Sentinel-2A, NDVI, NDWI, perubahan tutupan, &#13;
 	          penginderaan jauh, klasifikasi spasial&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165855</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 15:12:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 15:50:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>