EFEKTIVITAS PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) DALAM PAKAN UNTUK MENURUNKAN KANIBALISME PADA BENIH IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFEKTIVITAS PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) DALAM PAKAN UNTUK MENURUNKAN KANIBALISME PADA BENIH IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER)


Pengarang

Ria Diana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ismarica - 199101222024062002 - Dosen Pembimbing I
Sari Afriani, S.Kel., M.Si - 198604282023212032 - - - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2111102010012

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki prospek budidaya sangat baik, namun dalam fase pendederan sering mengalami kendala tingginya tingkat kanibalisme yang berdampak terhadap rendahnya kelangsungan hidup. Salah satu upaya pengendalian kanibalisme adalah melalui pemberian bahan pakan alami yang mengandung triptofan, seperti ekstrak biji labu kuning, yang diketahui dapat menekan perilaku agresif. Biji labu kuning (Cucurbita moschata) diketahui memiliki kandungan triptofan yang cukup tinggi dan berpotensi digunakan sebagai bahan aditif pakan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak biji labu kuning dalam pakan terhadap laju kanibalisme, kelangsungan hidup, dan pertumbuhan benih ikan kakap putih. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2025 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dosis ekstrak biji labu kuning (0, 4, 5, 6, dan 7 ml/kg pakan) dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi tingkat kanibalisme, kelangsungan hidup, panjang mutlak, dan berat mutlak selama 21 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak biji labu kuning berpengaruh nyata (P

Barramundi (Lates calcarifer) is a high-value aquaculture commodity with excellent cultivation potential. However, one of the challenges in its nursery phase is the high level of cannibalism, which significantly reduces survival rates. One strategy to control cannibalism is by incorporating natural feed additives rich in tryptophan, such as pumpkin seed extract, which has the potential to reduce aggressive behavior. Yellow pumpkin seeds (Cucurbita moschata) are known to contain high levels of tryptophan and have the potential to be utilized as a natural feed additive. This study aimed to evaluate the effect of yellow pumpkin seed extract supplementation in feed on cannibalism rate, survival, and growth performance of barramundi fingerlings. The research was conducted from February to April 2025 at the Brackishwater Aquaculture Development Center (BPBAP) Ujung Batee using a completely randomized design (CRD) with five treatments of yellow pumpkin seed extract doses (0, 4, 5, 6, and 7 ml/kg feed) and four replications. Parameters observed included cannibalism rate, survival rate, absolute length, and absolute weight over a 21-day rearing period. The results showed that supplementation of yellow pumpkin seed extract had a significant effect (P

Citation



    SERVICES DESK