<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1658">
 <titleInfo>
  <title>PELAKSANAAN UPACARA PERKAWINAN ETNIS TIONGHOA DI KOTA LHOKSEUMAWE 1980 – 2011</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lailan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Skripsi “Pelaksanaan Upacara Perkawinan Etnis Tionghoa di Kota Lhokseumawe 1980 – 2011” bertujuan untuk (1) menganalisis tentang pelaksanaan upacara perkawinan etnis Tionghoa Di kota Lhokseumawe (2) untuk mengetahui seluk beluk adat perkawinan etnis cina yang sebenarnya. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan penelitian kualitatif yang dilakukan melalui observasi, metode wawancara, dan dokumenter. Hasil penelitian meunjukkan bahwa dalam perkawinan etnis Tionghoa pemilihan tanggal, hari dan jam adalah sesuatu yang sangat penting dalam melaksanakan perkawinan. Tradisi menghias kamar juga sesuatu yang terjadi turun-temurun dimulai dari zaman dahulu sampai zaman sekarang yang biasanya dilakukan oleh kedua orang tua pengantin. Tradisi minum the juga terdapat didalam perkawinanetnis Tionghoa yang selalu menjadi salah satu dari bagian tata cara perkawinan untuk menghormati keluarga yang dituakan tidak hanya orang tua melainkan nenek, kakek, paman, dan tante.</note>
 <subject authority="">
  <topic>MARRIAGE - CUSTOMS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HISTORY</topic>
 </subject>
 <classification>392.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1658</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-10-07 09:28:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-08-28 10:08:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>