<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165757">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI METODE SDRM DAN CAM DALAM OPTIMALISASI SOLUSI AWAL MASALAH TRANSPORTASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Adella Putri Pratiwi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Distribusi menjadi salah satu aspek krusial dalam sistem logistik dan sangat mempengaruhi efisiensi biaya operasional perusahaan. Hal ini menjadikan pengendalian dan optimalisasi biaya distribusi menjadi prioritas dalam manajemen logistik agar tidak menimbulkan pemborosan dan menurunkan profitabilitas perusahaan. Supply-Demand Reparation Method (SDRM) dan Continuous Allocation Method (CAM) merupakan metode transportasi baru yang dapat menyelesaikan masalah distribusi. Efektivitas kedua metode ini akan dievaluasi dalam studi kasus distribusi perabotan UD Yosarita yang telah diteliti sebelumnya oleh Handayani et al (2020) dengan menggunakan Vogel’s Approximation Method (VAM). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan membandingkan hasil yang diperoleh dengan menerapkan metode SDRM, CAM, dan VAM. Metode SDRM mempertimbangkan nilai tertinggi dari persediaan dan permintaan untuk dilakukan alokasi awal, sementara CAM mengalokasikan mulai dari sel dengan biaya terendah secara berurutan. Setelah diperoleh solusi awal, kedua metode diuji optimalitasnya menggunakan metode Stepping Stone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SDRM menghasilkan total biaya distribusi sebesar Rp4.610.000 dan dilanjutkan dengan metode Stepping Stone diperoleh hasil optimal sebesar Rp4.595.000, sedangkan metode CAM menghasilkan biaya sebesar Rp5.230.000 dan dilanjutkan dengan metode Stepping Stone diperoleh hasil optimal yang sama yaitu Rp4.595.000. Jika dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya menggunakan metode VAM sebesar Rp4.615.000 dan dilanjutkan dengan metode Stepping Stone diperoleh hasil yang sama, maka metode SDRM memberikan hasil yang paling optimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode SDRM lebih efisien dibandingkan metode CAM maupun VAM dalam kasus distribusi pada UD Yosarita. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengambilan keputusan distribusi logistik menggunakan pendekatan metode transportasi yang tepat. &#13;
&#13;
Kata kunci: Program Linier, Transportasi, Metode SDRM, Metode CAM, Metode Stepping Stone.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165757</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 14:21:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 14:57:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>