<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165719">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FACHREAL SILVA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Produksi padi Indonesia mengalami penurunan, sehingga diperlukan varietas baru yang berdaya hasil tinggi dan tahan cekaman lingkungan. Tinggong memiliki keunggulan seperti ketahanan terhadap kekeringan dan cita rasa nasi yang baik, tetapi memiliki kelemahan yaitu tinggi tanaman yang terlampau tinggi yang dapat menyebabkan mudah rebah, umur yang dalam dan rentan terhadap penyakit. Swarna memiliki sifat genjah, berbatang pendek, dan tahan rendaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performansi agronomi, potensi hasil, keragaman genetik, dan korelasi antar peubah galur padi BC4F2 hasil persilangan antara padi lokal Tinggong dan varietas unggul Swarna. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih. Universitas Syiah Kuala mulai Agustus 2024 hingga Februari 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan delapan galur BC4F2 turunan Tinggong/Swarna dan satu tetua pembanding, serta 4 ulangan sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur T41.9.21.9 dan T41.10.1.7 memiliki performansi agronomi yang lebih baik dibanding galur lainnya, seperti tinggi tanaman, jumlah anakan dengan panjang malai yang optimal. Galur T41.8.8.6 juga menunjukkan potensi hasil tertinggi, yaitu mencapai 9,69 ton ha-1. Nilai heritabilitas pada semua sifat yang diamati tergolong tinggi (0,85–1,00), variasi suatu sifat lebih dipengaruhi oleh faktor genetik dibandingkan lingkungan. Galur G2, G3, G5 dan G6 prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai calon varietas unggul. Peneliti menyarankan agar dilakukan penelitian lanjutan yang melibatkan analisis molekuler terhadap gen sd-1 (pendek) dan sub-1 (tahan rendaman) pada galur-galur prospektif tersebut.&#13;
Kata kunci: Padi Tinggong, Swarna, galur BC4F2, agronomi, potensi hasil, keragaman genetik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165719</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 13:45:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 15:01:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>